Menjes


Catatan Must Prast

kru web IKA Unesa

 

Glek! Membaca tulisan Ketum IGI Satria Dharma tentang pia legong dari Bali, saya jadi lapar. Apalagi, suasananya sangat pas. Pas pagi hari, pas habis bersepeda, pas minum teh nasgithel, wah pasti nikmat jika mengudap pia tersebut.

Namun, bicara soal kuliner tradisional, mungkin saya tak bisa melupakan kebiasaan warga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kebetulan bapak saya sekarang tinggal di sana. Tiap pulang ke Pujon, ada suasana yang amat saya rindukan ketika pagi hari. Apa itu? 

Apa, nyusu sapi? Bukan! Yang betul: sarapan sepiring tempe menjes yang baru diangkat dari wajan. Yup, masih panas ngepul-ngepul. Soal rasa, bisa diadu dengan pia legong.

Pujon terletak di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut (dpl). Dari Kota Batu, kawasan yang sejuk karena dikelilingi pegunungan ini bisa ditempuh kurang lebih setengah jam. Kalau jalan kaki, ya bisa sehari.

Tempe menjes ini sangat tenar di Pujon. Penganan khas ini dibuat dari ampas kedelai atau sisa bahan tempe. Agar nikmat, cara masaknya sederhana. Siapkan garam secukupnya atau bisa dicampur tepung terigu agar lebih krispi.

Makanan ini bisa disajikan sebagai camilan ataupun pelengkap lauk saat disantap bersama nasi. Di keluarga saya, menjes ini biasa dihidangkan untuk kudapan sebelum makan berat (sarapan).

Teman sehati menjes adalah teh nasgithel (panas, legi, kenthel) atau kopi tubruk. Bagi sebagian warga, menjes umumnya disantap ramai-ramai satu keluarga. Ya, sesi ini juga ada di keluarga kami. Jadi, sambil makan menjes, kami bisa membahas masalah pendidikan, politik, dan lain-lain. Hal serupa tampak di warung-warung yang menyediakan paket khusus menjes, lombok rawit, dan teh nasgithel.

Suasana keakraban itulah yang membuat saya kangen. Meskipun dibuat dari ampas alias sisa-sisa, rasa tempe menjes nagih banget. Ndak kalah sama pia. Buktikan sendiri!

 

 

Sidoarjo, 12 Feb 2013

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 12, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: