Lets Talk About Hape


Catatan Must Prast

pengajar di Eureka Academia

Komik ini sarat pesan dan kritik sosial. Menarik untuk dibaca dan dikoleksi. (Sumber: micecartoon.com)

Komik ini sarat pesan dan kritik sosial. Menarik untuk dibaca dan dikoleksi. (Sumber: micecartoon.com)

Saya adalah salah satu penggemar berat komik-komik karya Benny & Mice (Benny Rahmadi dan Muhammad Misrad). Bahkan, sampai keduanya memutuskan tidak bekerja sama lagi, saya masih setia membaca karya-karya mereka. Isinya menampilkan realitas di masyarakat. Tidak menonjolkan sesuatu yang semu layaknya sinetron. Semuanya dikemas apa adanya. Betul-betul apa adanya.

Kebanyakan isinya sarat pesan dan kritik sosial. Uraian yang sederhana dan sentuhan humor dalam komik tersebut bikin saya seolah naik roller coaster. Tidak terasa membacanya, tahu-tahu sudah selesai begitu saja.

Yang sering saya baca adalah komik Talk About Hape (Nalar, 2008). Pesannya mengena sekali. Menyentuh kehidupan sosial di kalangan masyarakat, baik menengah maupun menengah bawah.

Salah satunya adalah sentilan tentang orang yang beli ponsel canggih hanya sekadar mengikuti tren atau gengsi. Hal ini tentu masih relevan dengan kejadian saat ini. Tidak sedikit yang mengabaikan fungsi utama perangkat komunikasi tersebut.

Saya tertawa geli saat Benny & Mice menggambarkan seseorang yang beli ponsel 3G, namun teknologi itu tidak berguna sama sekali. Yang sering difungsikan justru pengiriman pesan pendek (SMS) maupun telepon. Penyebabnya, ia tidak memperhatikan lingkungan kolega di sekitarnya yang ternyata tidak memakai ponsel 3G.

Diceritakan pula seseorang yang tidak mampu beli nasi bungkus, namun ternyata kuat beli pulsa banyak-banyak. Pesannya, gadget telah begitu melenakan. Dilukiskan juga orang yang norak dengan menelepon keras-keras hanya untuk dapat perhatian sekitarnya karena ponselnya keluaran terbaru.

Saya tidak hendak bersikap sirik terhadap siapa pun yang memakai gadget canggih. Sebab, itu merupakan hak seseorang. Namun, saya sangat menghargai seseorang yang mengoperasikan gadget canggihnya sesuai fungsi utama dan kebutuhannya. Bukan untuk gengsi semata.

Istri saya pernah menawari membelikan gadget keluaran RIM untuk saya. Namun, saya menolak. Alasannya, saya belum membutuhkannya. Sebab, saya paling-paling memanfaatkannya untuk mengirim SMS atau menerima/menggunakan telepon. Untuk internetan, saya merasa cukup memakai wifi di laptop atau modem.

Seperti digambarkan dalam Talk About Hape, Benny & Mice secara eksplisit memberikan pesan yang bagus sekali. Yakni, pemanfaatan teknologi secara bijak dan tepat guna. Artinya, kita tak perlu ngoyo membeli gadget canggih apabila memang tidak terlalu urgen. Apalagi jika gadget mahal tersebut hanya dipakai untuk main games atau nonton film mesum berformat 3gp.

Komik ini dirilis lima tahun lalu, namun konteksnya masih relevan dengan kondisi yang ada sekarang. Silakan baca komik ini. Tapi siap-siap tersindir ya…

Surabaya, 13 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 12, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: