Daily Archives: Februari 12, 2013

Lets Talk About Hape


Catatan Must Prast

pengajar di Eureka Academia

Komik ini sarat pesan dan kritik sosial. Menarik untuk dibaca dan dikoleksi. (Sumber: micecartoon.com)

Komik ini sarat pesan dan kritik sosial. Menarik untuk dibaca dan dikoleksi. (Sumber: micecartoon.com)

Saya adalah salah satu penggemar berat komik-komik karya Benny & Mice (Benny Rahmadi dan Muhammad Misrad). Bahkan, sampai keduanya memutuskan tidak bekerja sama lagi, saya masih setia membaca karya-karya mereka. Isinya menampilkan realitas di masyarakat. Tidak menonjolkan sesuatu yang semu layaknya sinetron. Semuanya dikemas apa adanya. Betul-betul apa adanya.

Kebanyakan isinya sarat pesan dan kritik sosial. Uraian yang sederhana dan sentuhan humor dalam komik tersebut bikin saya seolah naik roller coaster. Tidak terasa membacanya, tahu-tahu sudah selesai begitu saja.

Yang sering saya baca adalah komik Talk About Hape (Nalar, 2008). Pesannya mengena sekali. Menyentuh kehidupan sosial di kalangan masyarakat, baik menengah maupun menengah bawah. Read the rest of this entry

Iklan

Amanah


: Jeng Ratih-ku sayang

 

hari ini aku dilanda bingung

banyak orang berbondong-bondong

mencalonkan diri menjadi pemimpin

tidakkah mereka sadar bahwa ada

tanggung jawab besar di dalamnya? Read the rest of this entry

Menjes


Catatan Must Prast

kru web IKA Unesa

 

Glek! Membaca tulisan Ketum IGI Satria Dharma tentang pia legong dari Bali, saya jadi lapar. Apalagi, suasananya sangat pas. Pas pagi hari, pas habis bersepeda, pas minum teh nasgithel, wah pasti nikmat jika mengudap pia tersebut.

Namun, bicara soal kuliner tradisional, mungkin saya tak bisa melupakan kebiasaan warga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kebetulan bapak saya sekarang tinggal di sana. Tiap pulang ke Pujon, ada suasana yang amat saya rindukan ketika pagi hari. Apa itu?  Read the rest of this entry

Guru Blogger


Catatan Must Prast

pengajar di Sirikit School of Writing

”Mas, maaf mau tanya. Berapa nomor e-mail panjenengan?” Demikian bunyi pesan pendek dari salah seorang guru di Mojokerto. Beliau hendak melaporkan kepada saya tentang rencana penerbitan majalah sekolah. Sebelumnya, saya memang melatih para jurnalis sekolah yang menyandang status RSBI (kini sudah almarhum, Red) itu.

Saya terhenyak, tersentak, dan rasanya ingin tergelak. Betapa tidak, hare gene ada guru RSBI yang tidak tahu apa itu e-mail alias surat elektronik. Namun, saya mafhum dengan kondisi ini. Karena beliau adalah guru senior, saya menjawab baik-baik tanpa menyinggung perasaannya atapun membuat beliau merasa dipermalukan. Saya utarakan dengan halus bahwa saya ingin meminta nomor ponsel pemred majalah sekolah tersebut. Sebab, saya yakin pemrednya pasti punya e-mail, bukan nomor e-mailRead the rest of this entry