Pojok Bahasa: Jawaban Pak Wamen


Catatan Must Prast

penulis buku Tepat Memilih Kata

Kurikulum 2013 tengah menjadi topik perbincangan yang hangat saat ini. Berbagai pendapat pun mengemuka, baik yang pro maupun yang kontra. Diskusi ini mendapat perhatian yang luas dari praktisi dan pengamat pendidikan maupun masyarakat. Termasuk, diskusi di mailing list (milis) Ikatan Guru Indonesia. 

Dalam salah satu tema, pengurus IGI pusat Setiawan Agung Wibowo melontarkan pandangan bahwa tanpa mengubah kurikulum pun sebenarnya perubahan itu sudah berlangsung. ”Apa yang diklaim sebagai Student Center, tematik, demokratis, dll itu sudah ada di standar proses dan standar isi. Prosesnya pun telah berlangsung,” ujar Agung (IGI, 8/2/2013).

Hal tersebut lantas mendapat komentar dari berbagai anggota. Salah satunya, Basri Lahamuddin, pengurus IGI Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia mengungkapkan, Wamendikbud Musliar Kasim menyampaikan seputar rencana penerapan kurikulum 2013 di gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Jumat malam (8/2/2013). Nah, ada salah satu guru besar UNM yang menanyakan kesiapan para guru yang akan mengeksekusi kurikulum baru tersebut. Ia khawatir pelaksanaannya di lapangan bakal amburadul jika para guru tidak dilatih dengan benar.

Dari keterangan Basri itu, pembina IGI Ahmad Rizali lantas bertanya apakah kekhawatiran tersebut sudah disampaikan ke Wamendikbud. Basri menjawab sudah. Ahmad kemudian menanyakan reaksi Wamendikbud.

Basri menjawab, ”Jawaban Pak Wamen mengatakan bahwa pelatihan guru akan berlangsung secara kontinu.”

Dari sudut kebahasaan, kalimat di atas membingungkan dan rancu. Kasusnya terletak pada awal kalimat: Jawaban Pak Wamen mengatakan.

Untuk mengetahui sebuah subjek kalimat, kita bisa melontarkan pertanyaan siapa yang mengatakan? Maka, jawabannya ada dua, yaitu jawaban dan Pak Wamen. Artinya, ada dua subjek alias dobel subjek. Hal ini harus dihindari.

Di sisi lain, penggalan kalimat Jawaban Pak Wamen mengatakan tersebut tidak logis. Artinya, terdapat kesalahan dalam logika bahasa. Agar logis, kalimat itu bisa diubah menjadi:

1.     Jawaban Pak Wamen adalah pelatihan guru akan berlangsung secara kontinu.

2.    Pak Wamen menjawab bahwa pelatihan guru akan berlangsung secara kontinu.

Sidoarjo, 9 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 9, 2013, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: