Miroslav Klose


Catatan Must Prast

fans Manchester City

Striker Lazio Miroslav Klose. (Foto: totalsport.com)

Striker Lazio Miroslav Klose. (Foto: totalprosports.com)

Timnas sepak bola Jerman saat ini menempati urutan kedua dunia dalam peringkat FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia). Mereka berada satu setrip di bawah timnas Brasil. Sejak ditangani Jurgen Klinsmann pada Piala Dunia 2006, Der Panser (sebutan timnas Jerman) menjelma jadi kekuatan yang menakutkan. Meskipun dihuni banyak pemain muda saat itu, mereka mampu mencuri perhatian dunia lewat permainan yang agresif dan cepat.

Skuad Jerman di Piala Dunia 2006 diperkuat para bintang seperti Lucas Podolski, Miroslav Klose, Sebastian Schweisteiger, dan Philip Lam tampil atraktif. Sayang, kehebatan mereka terhenti di seminal oleh timnas Italia. Gli Azzurri (julukan Italia) menang dua gol tanpa balas lewat pertandingan yang begitu menegangkan. Italia akhirnya menjadi juara dunia setelah mengempaskan Prancis dalam drama adu penalti.

Di Piala Dunia 2010, Der Panser dibesut oleh Joachim Loew, mantan asisten Klinsmann di Piala Dunia edisi empat tahun sebelumnya. Di bawah asuhan Loew, skuad Jerman banyak dihuni para pemain muda. Mereka pun muncul sebagai bintang. Di antaranya, Thomas Muller (Bayern Munchen), Mesut Oezil (Werder Bremen, kemudian digaet Real Madrid), Sami Khedira (ditarik Real Madrid), Mario Gomez (Bayern Munchen), dan Lucas Podolski (kini di Arsenal).

Masih segar dalam ingatan ketika Jerman mencukur Inggris 4-1, kemudian menghajar Argentina dengan skor mencolok 4-0. Barisan depan dan tengah Jerman menjadi momok menakutkan bagi penjaga gawang lawan. Duet striker junior-senior Thomas Muller dan Miroslav Klose begitu hasus dalam meneror pertahanan tim musuh. Sayang, Jerman akhirnya harus menyerah kepada Spanyol yang kemudian menjadi juara dunia.

***

Saya sangat mengagumi Der Panser, wabil khusus kompisisi tim yang merata di semua lini. Apalagi, Liga Jerman saat ini tercatat sebagai liga yang paling bersih dan paling sehat secara financial klub. Di sisi lain, Jerman tak pernah kehabisan stok bibit-bibit pemain muda yang potensial.

Di Euro 2012 (Piala Eropa), Jerman kembali memunculkan pemain muda yang brilian seperti Reus dan Toni Kroos. Nama terakhir kini merumput di FC Hollywood (julukan klub Bayern Munchen).

Di antara sederet nama-nama tersebut, pemain gaek Miroslav Klose agaknya perlu dikedepankan. Meski usianya bisa dibilang sudah melewati masa keemasan, bomber Lazio (klub papan atas Liga Serie A Italia) itu masih menunjukkan tajinya.

Di Biancocelesti (sebutan Lazio) ia mencetak gol-gol penting. Salah satunya terjadi dalam derby della capitale (duel tim sekota di Roma alias derby ibu kota), yang tercatat sebagai salah satu laga derby paling panas di dunia. Lazio mampu menaklukkan AS Roma dengan skor tipis 3-2. Klose mencetak satu gol yang akhirnya membawa timnya meraih poin penting untuk bersaing di papan atas Seria A.

Klose (kiri) saat Napoli menjamu Lazio pada 26 September 2012. (Foto: total-sport.info)

Klose (kiri) saat Napoli menjamu Lazio pada 26 September 2012. (Foto: total-sport.info)

Yang unik, ada catatan bahwa Lazio tak pernah kalah jika Klose mencetak gol. Agak klise memang, namun itulah fakta yang terjadi di lapangan. Klose kini menjadi figur penting di Lazio. Ia adalah bomber andalan pelatih Petkovic. Tak heran, jika Klose absen karena cedera, permainan Lazio cukup terpengaruh di lini depan.

***

Seria A sempat menjadi liga terbaik di Eropa sebelum tersandung kasus pengaturan skor (calciopoli dan calcioscormesse) yang menghebohkan jagat sepak bola dunia itu. Tim elite Juventus yang diduga terlibat akhirnya dihukum degradasi ke Serie B. Gelar scudetto (juara liga) mereka juga dicabut.

Liga Italia pun seakan tenggelam di bawah gemerlapnya liga Eropa lain seperti La Liga Primera Division (Liga Spanyol) dan English Premier League (Liga Inggris). Tim-tim Negeri Pizza pun berbenah. Namun, sikap menghalalkan segala cara untuk menang di atas lapangan masih saja terjadi.

Di tengah situasi seperti itu, pada September 2012 Liga Italia menjadi perbincangan para gila bola (gibol) dunia. Pemain yang disorot adalah Miroslav Klose. Ia dianggap sebagai figur langka di atas lapangan hijau.

Penyebabnya, ia bersikap sportif ketika timnya bertandang ke markas Napoli pada 27 September 2012. Saat pertandingan baru berlangsung empat menit, striker Lazio tersebut menjebol gawang tim tuan rumah. Wasit Luca Banti langsung mengesahkan gol itu.

Namun, skuad Napoli protes karena mereka memergoki Klose menggunakan bantuan tangan untuk mencetak gol. Awalnya, sang wasit tetap pada keputusannya, yakni menganggap gol tersebut sah.

Tetapi, sejurus kemudian Klose menemui wasit dan mengakui terjadi handsball. Luca Banti akhirnya menganulir gol itu. Dalam laga papan atas tersebut, Lazio akhirnya kalah 0-3. Beberapa pengamat menilai, seandainya gol Klose itu disahkan, atmosfer laga bakal berbeda. Mental para pemain Napoli pasti runtuh jika gol tersebut disahkan wasit.

Tindakan Klose tersebut menuai pujian dari Presiden FIFA Sepp Blatter. ’’Bravo, Miro Klose. Dengan sikap itu, Anda menunjukkan bahwa Anda seorang juara,’’ tulis Blatter di akun Twitter-nya sebagaimana dikutip Reuters (27/9/12).

Esteban Cambiaso, gelandang Inter Milan, turut memuji sikap fair play Klose. Rasa kagum juga diutarakan Paolo Cannavaro, bek Napoli. Bahkan, pelatih Lazio Vladimir Petkovic turut angkat jempol.

Sikap sportif Klose ini pun perlu ditiru oleh para pemain kita. Namun, saya sudah merasa skeptis duluan. Dalam bayangan saya, jika gol berbau handsball disahkan wasit yang tidak melihatnya, lapangan pasti ramai. Bukan karena seru, melainkan ramai oleh adu jotos para penggawa kedua tim. Bahkan, bukan tidak mungkin wasitnya bakal dikejar-kejar dan dikeroyok para pemain dari tim yang merasa dikecewakan. Ini lagu lama.

Kalau sudah begitu, silakan ganti channel TV saja. Mending nonton acara wisata kulinernya Bondan Winarno.

Sidoarjo, 8 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 8, 2013, in Olahraga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: