Juragan tanpa Selimut


Ia salah satu tokoh dermawan yang begitu disegani. Ia juga sahabat Rasulullah SAW yang terkenal. Abu Darda, nama orang tersebut, baru saja pindah ke rumah barunya.

Letaknya berada di perbukitan yang tinggi dan sulit didaki. Suatu malam ia kedatangan tamu. Mereka adalah para musafir dan akan bermalam di rumah itu. 

Abu Darda menjamu mereka dengan baik dan menyajikan makanan hangat. Di kalangan kaum Madinah, ia masyhur sebagai saudagar kaya raya yang dermawan. Namun, malam itu dia tidak memberikan selimut kepada para tamunya.

Padahal, udara malam sangat dingin menusuk tulang. Salah satu di antara mereka berniat menanyakan kepada Abu Darda. ”Aku ingin bertanya mengapa ia tidak memberi kita selimut,” ucapnya. Namun, yang lain mencegahnya.

Namun, orang itu bersikukuh dan pergi menemui sang tuan rumah. Betapa terkejutnya dia saat melihat Abu Darda dan istrinya tidur juga tanpa memakai selimut.

Esok paginya, tamu tersebut bertanya, ”Maaf, saya melihat sampeyan tidur ndak pakai selimut. Sama dengan kami. Ke mana semua kekayaanmu?”

Abu Darda menjawab, ”Kami punya kampung lain, yaitu akhirat. Setiap punya harta, kami langsung mengirimkannya ke sana. Seandainya ada selimut yang tertinggal di sini, kami pasti memberikannya kepada sampeyan. Selain itu, jalan ke rumah kami yang baru sangat sulit dan mendaki. Karena itu, membawa barang yang ringan lebih baik daripada membawa barang berat.”

Abu Darda adalah saudagar yang sangat disegani di Madinah. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di dunia perniagaan. Namun, banyak hartanya yang disedekahkan untuk anak yatim piatu, kaum fakir miskin, dan orang-orang kelaparan. Ia hanya mengambil sedikit hartanya sekadar untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari.

Sebuah sikap zuhud yang patut diteladani dan ditanamkan kepada anak-anak didik kita. Yakni, dalam sebagian rezeki yang didapatkan, terdapat hak orang lain yang pantas menerimanya. Selain membersihkan harta, tindakan tersebut menjadi persiapan untuk menuju kampung selanjutnya yang pasti kita sapa. Akhirat.

Sidoarjo, 2 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 8, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: