Menulis to See the World


Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

KRI Dewaruci saat pelayaran Kartika Jala Krida. (Sumber: http://klimg.com/merdeka.com)

KRI Dewaruci saat pelayaran Kartika Jala Krida. (Sumber: http://klimg.com/merdeka.com)

Di setiap pariwara tentang TNI-AL, ada adegan seorang kadet (taruna AAL) yang tengah berdiri di anjungan KRI Dewaruci, kapal latih kadet yang kini sudah dipensiunkan itu. Di bawah tiang layar kapal tersebut, dia mengatakan: ”Join Navy to see the World…”

Ya, bagi para kadet AAL, khususnya korps pelaut, mereka berpeluang untuk melakukan pelayaran Kartika Jala Krida. Mereka sekaligus menjadi duta Indonesia saat kunjungan di beberapa negara. Terakhir, KRI Dewaruci mengelilingi dunia dalam waktu sekitar 10 bulan. Ini sebuah momen yang luar biasa karena kapal latih taruna AL ini dimuseumkan setelah kembali ke Indonesia. Pasalnya, umurnya sudah sangat tua (dibuat pada 1952 di Hamburg, Jerman).

Para kadet tidak hanya praktik. Keberanian mereka juga benar-benar diuji saat menghadapi ombak ganas di tengah samudra. Tak salah jika kadet matra laut dijuluki putra samudra. Pada 2010 saat dikomandani Letkol Laut (P) Soeharto, KRI Dewaruci mengalami patah tiang karena diterjang ombak tinggi dalam pelayaran dari Jerman menuju ke Cagliari, Italia.

Kecepatan angin kala itu mencapai 10–20 knot. Ombak dilaporkan mencapai setinggi tujuh meter dan datang terus-menerus. Akibatnya, kemiringan kapal mencapai 40 derajat.

Alhasil, kapal yang telah melahirkan banyak perwira TNI-AL tersebut harus sandar di Prancis untuk perbaikan tiang. Dilaporkan bahwa ombak yang menerjang KRI Dewaruci pada saat itu lebih dahsyat dibandingkan saat pelayaran di Okinawa, Jepang, pada 2004.

Melihat iklan TNI-AL tersebut, tak heran jika banyak pemuda yang tertarik untuk mendaftar sebagai calon kadet. Pasalnya, mereka tidak hanya bisa mengenyam pendidikan di kampus Akademi Angkatan Laut (AAL) di Morokrembangan, Surabaya, yang asri dan indah dengan fasilitas yang baik. Mereka juga mendapatkan keuntungan yang tidak bisa diperoleh taruna Akmil, karbol AAU, dan taruna Akpol. Yakni, bisa melihat dunia luas, menjelajah samudra, dan mensyukuri kebesaran Tuhan.

Seorang awak KRI Dewaruci bahkan pernah menangis dalam pelayaran. Bukan karena takut ombak ganas, tetapi dia merasa sangat kecil saat berada di lautan luas. Dia melihat ciptaan Tuhan yang luar biasa. Dia merasa seperti butiran debu.

***

Pada 27 Januari 2013, saya bahagia karena bisa datang dalam launching buku Memoar Guru di Surabaya bersama nyonya. Kebetulan ia seorang guru sekolah dasar. Jadi, keikutsertaannya sangat pas lantaran kegiatan itu juga mengampanyekan Gerakan Guru Menulis yang dilakukan Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Seusai acara, saya katakan bahwa aktivitas menulis tidak melulu terkait dengan persoalan materi. Misalnya, menulis KTI demi lulus sertifikasi dan dapat tunjangan profesi. Lebih dari itu, menulis memberikan side effect yang besar.

Misalnya, bertemu orang-orang terkenal, mendapat kawan baru, dan yang paling menyenangkan adalah berkunjung ke kota/kabupaten dengan segala kekhasan, keunikan, dan keindahannya.

Saya katakan kepadanya bahwa penulis perempuan seperti Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa bahkan bisa keliling dunia dari hobinya menulis. Mereka diundang untuk memberikan motivasi oleh komunitas menulis yang berada di Jerman, Hongkong, Taiwan, dan lain-lain. Asma juga bisa mengunjungi negara-negara yang ia inginkan dari pendapatannya sebagai penulis buku.

Mungkin semboyan TNI-AL tadi bisa ditiru untuk menyemangati para guru di Indonesia agar mau berbagi gagasan dan pengalaman mereka lewat menulis buku. Yakni, menulis to see the world.

Mustahil? Tergantung seberapa kuat niat, usaha, dan kerjanya. Namun, pernyataan Dahlan Iskan ini patut direnungkan: ”Tak ada yang tak mungkin!”

Graha Pena, 28 Januari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 28, 2013, in Catatan Harian, Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: