Wajib Baca 1.400 Lembar Per Minggu


Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Dalam sebuah diskusi perbukuan yang diadakan oleh salah satu penerbit, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengemukakan beberapa kisah menarik. Terutama, pengalamannya saat menempuh kuliah di Amerika Serikat.

Ketika baru pertama menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam untuk menempuh pendidikan, Anies mengaku terkejut luar biasa. Ia menceritakan bahwa budaya baca di kalangan mahasiswa Amerika sudah sangat maju. Dengan bahasa Inggris-nya yang waktu itu masih ala kadarnya, ia harus berhadapan dengan lingkungan baca yang dahsyat. Kaget tentu saja. 

Pendiri Indonesia Mengajar tersebut mengaku sangat kepontal-pontal (kelabakan) dengan ”pengalaman itu”. Kaget.

Bagi orang Indonesia pada umumnya, mungkin kebiasaan membaca di Amerika bisa dibilang sangat ”brutal”. Kecepatan membaca para mahasiswanya di atas rata-rata. Daya tangkap mereka pun baik sekali.

Saat baru seminggu berada di sana, Anies kebetulan menumpang di kediaman seorang warga yang ternyata bekerja di Library of Congress. Ia disarankan berkunjung ke sana jika ada waktu luang. Ia pun melakukannya. Betapa takjubnya Anies saat melihat koleksi buku yang luar biasa banyaknya yang baru ia saksikan kala itu.

Pengalaman lainnya adalah saat ia diberi tugas membaca di kampusnya. Ia kena kewajiban membaca buku tentang ilmu politik sebanyak sekitar 1.400 lembar setiap pekan. Dalam sebulan, buku yang kudu dilahap sebanyak 5.600-an halaman. Total, selama setahun buku yang wajib dibaca adalah 67.200 halaman. Jika satu buku rata-rata setebal 200-an halaman, itu berarti satu mahasiswa mesti menghabiskan bacaan sebanyak 336 buku setahun. Jika ini baru berlaku untuk satu mata kuliah saja, bisa dibayangkan berapa banyak bacaan yang dilumat. Ini adalah hal yang sangat biasa dan amat lumrah di sana.

Saya membayangkan seandainya hal itu diterapkan di kampus-kampus di Indonesia. Mungkin yang terjadi adalah suasana kepontal-pontal. Yakin!

Sidoarjo, 17 Januari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 18, 2013, in Literasi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. harusnya bisa diterapkan untuk anak-anak Indonesia. generasi muda Indonesia sekarang lebih sibuk dengan gadget daripada buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: