Terima Kasih Sampdoria!


Pahlawan kemenangan Sampdoria atas Juventus Mauro Icardi adalah jebolan Akademi La Masia Barcelona. (Sumber: goal.com)

Pahlawan kemenangan Sampdoria atas Juventus Mauro Icardi adalah jebolan Akademi La Masia Barcelona. (Sumber: goal.com)

Sejak skandal pengaturan skor (calciopoli), kompetisi elite liga sepak bola Italia, Seria A, seakan tenggelam dan mulai kehilangan pamornya. Dampaknya pun serius karena melibatkan klub-klub raksasa seperti Juventus. Alhasil, FIGC (PSSI-nya Italia) memutuskan mencopot dua gelar juara (scudetto) Juventus. Belum cukup di situ, La Vecchia Signora (Nyonya Tua, julukan Juventus) juga didegradasi ke Serie B, kasta kedua di Liga Italia.

Musim ini ternyata aroma skandal masih belum bisa lepas dari Liga Italia. Kasus pengaturan skor ternyata memasuki babak baru yang bernama calcioscormese. Publik bola Negeri Pizza pun heboh. Klub-klub yang terlibat dihukum pengurangan poin antara minus satu sampai enam angka. Di antaranya, Atalanta, Siena, Sampdoria, dan Fiorentina.

Di tengah perjuangan memulihkan nama besar Serie A, persaingan di kompetisi lokal mulai sengit dan penuh kejutan. Klub elite seperti AC Milan dan Inter Milan justru terseok-seok di klasemen. Napoli dan AS Roma menjadi ancaman serius untuk bersaing di papan atas dan zona Liga Champion. Fiorentina dan Udinese ikut menggebrak dan menggeser dominasi duo klub asal kota mode Milan (AC Milan dan Inter Milan). Lazio mampu memberikan kejutan besar dengan bertengger di posisi kedua klasemen sementara saat ini. Sedangkan Juventus tak tergoyahkan sebagai pemuncak dan juara paro musim (campione de inverno).

Khusus untuk Juventus, mereka benar-benar dominan musim ini. Di tangan allenatore (pelatih) Antonio Conte, Juve tampil trengginas. Bahkan, mereka mampu bicara banyak di fase grup Liga Champion dengan menyisihkan juara bertahan asal Inggris, Chelsea.

Di Serie A, Juventus seakan sulit menemukan lawan sepadan. Jenderal lapangan tengah Andrea Pirlo mampu menjadi pengatur ritme permainan yang tiada duanya. Para strikernya pun haus gol seperti Fabio Quaqliarela, Sebastian Giovinco, Mirko Vucinic, dan Simone Pepe. Lini per lini Juventus pun selalu tampil disiplin dan sulit ditembus lawan.

Namun, saya selalu berharap agar Serie A tidak menjadi panggung Juventus semata. Supaya tidak membosankan seperti Liga Primera Spanyol yang cuma diwarnai persaingan Barcelona dan Real Madrid serta sesekali klub kejutan seperti Atletivo Madrid, Malaga, Valencia, dan Getafe.

Seria A harus mampu menunjukkan persaingan sengit seperti Liga Premier Inggris. Untunglah, pada giornata (pekan) ke-19 Minggu lalu (6/1), Juventus tertahan di kandangnya sendiri. Menjamu klub papan tengah Sampdoria, semula Juve diprediksi mampu menang mudah. Apalagi, sejak menit ke-32, Il Samp (julukan Sampdoria) bermain dengan 10 pemain setelah Berardi dikartu merah wasit.

Striker Sebastian Giovinco mampu membuat Juventus unggul lebih dulu 1-0 lewat gol penaltinya. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum. Di babak kedua, Juventus tak mengendurkan serangan. Hingga petaka itu tiba. Jebolan Akademi La Masia, Barcelona, Icardi mampu mencuri gol pada menit ke-52 sehingga skor jadi imbang 1-1. Lewat serangan balik yang cepat, Sampdoria mampu menjebol gawang Juve yang dijaga Gianluigi Buffon. Lagi-lagi lewat kaki Icardi yang malam itu menjadi bintang lapangan. Tertinggal 1-2, Juventus semakin bernafsu membombardir pertahanan Sampdoria. Namun, ketatnya barisan belakang Sampdoria tak mengubah papan skor hingga laga usai.

Sementara di laga lain di Stadion Olimpico, klub Lazio mampu melumat Cagliari 2-1. Persaingan di papan atas pun mulai sengit. Juventus yang semula unggul delapan angka atas Lazio kini hanya memperlebar jarak menjadi lima poin. Kompetisi kian seru setelah Napoli merebut posisi ketiga klasemen setelah menghancurkan AS Roma 4-1 lewat hat-trick Edinson Cavani. Lazio dan Napoli hanya dipisahkan jarak dua poin.

Serie A pun terhindar dari ancaman membosankan karena dominasi Juventus. Dan penggemar Liga Italia patut berterima kasih kepada Sampdoria yang mampu membalikkan banyak prediksi dengan memecundangi tuan rumah Juventus. Patut ditunggu kejutan di giornata selanjutnya. Akankah Lazio dan Napoli mampu terus menempel Juventus atau bahkan meruntuhkan hegemoni Si Nyonya Tua? Menarik untuk ditunggu.

Sidoarjo, 8 Januari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 8, 2013, in Olahraga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: