Bahayanya Autoplagiat


Sumber: grisznak.deviantart.com

Sumber: grisznak.deviantart.com

Kamis pagi, 3 Januari 2013, saya datang terlambat untuk menghadiri rapat dengan Pembantu Rektor I Unesa Prof Dr Kisyani Laksono. Topiknya seputar ikatan alumni. Ada beberapa tokoh alumnus Unesa yang hadir di sana seperti Soeryanto (ketua harian IKA Unesa), Achmad Wahju (Indonesia Menulis), Samsul Hadi (ICMI Jatim), dan Moh. Ihsan (Sekjen IGI). Selain PR I dan stafnya, hadir pula staf humas dan perwakilan Puskom Unesa.

Kendati telat, saya mencermati secara detail setiap pembicaraan dan mendapat informasi lanjutan dari Cak Sam (sapaan akrab Samsul Hadi). Namun, yang menarik perhatian saya justru gagasan dari Prof Kis (panggilan Kisyani Laksono) untuk meningkatkan e-journal Unesa. Prof Kis memang getol mengajak civitas academica Unesa untuk melahirkan karya tulis. Baik mahasiswa program sarjana, pascasarjana, dosen, maupun guru besar.

Prof Kis memberikan perhatian yang sangat besar terhadap budaya menulis di lingkungan kampus. Termasuk karya alumni. Namun, perempuan asal Solo tersebut juga mengingatkan akan pentingnya menjaga martabat penulis. ”Hindari autoplagiat,” tegasnya di sela-sela perbincangan dalam rapat.

Menurut Henry Langseth (Citing Your Source-Avoiding Plagiarism, 2009), autoplagiat kerap disebut self-plagiarism. Prof Kis menegaskan bahwa autoplagiat ini jenis kejahatan intelektual yang banyak terjadi. Seperti apa sih contohnya?

Sebagaimana dikutip dari Myrta Artaria, autoplagiat adalah mengambil atau mencuplik gagasan (berupa kalimat, paragraf, parafrasa) dari tulisan sendiri yang sebelumnya sudah dipublikasikan. Untuk menghindari self-plagiarism ini, kita perlu mencantumkan sumber meski itu adalah tulisan sendiri.

Jika tidak menyebutkan sumber dari tulisan kita sendiri tersebut, bagaimana? ”Sanksinya sangat berat,” ujar Prof Kis. Sebab, lanjut dia, itu bisa disebut pelanggaran berat dalam hal akademik.

Nah, jika Anda berminat menulis jurnal, artikel, PTK, maupun buku, ada baiknya mencermati kembali tentang sumber yang dipakai. Apabila terdapat cuplikan tulisan kita yang pernah terpublikasi, mulai saat ini kita tak boleh lupa mencantumkan sumbernya kendati itu karya sendiri atau kita akan mendapat label autoplagiator. Ngeri kan?!

4 Januari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 8, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: