RUBIAH


: Jeng Ratih-ku sayang

 

saat muda Gus Dur membaca La Porte Etroite karya Andre Gide

ia juga melahap From Whom The Bell Voice-nya Hemingway

sebagai santri, ia pun rakus membaca buku tulisan Pushkin, Leo Tolstoy, Trotsky, dan Mikhail Solokov

ia juga membaca buku Lenin What is To Be Done yang aku yakin tebalnya membuat siapa pun gentar menyentuh

 

buku-buku itu tidak dia beli, tetapi didapat dari

: Bu Rubiah

guru bahasa Inggris Gus Dur di SMEP Gowongan Jogja itu

adalah aktivis Gerwani

 

namun jangan keburu kau lihat latar belakang Bu Rubiah

sebagai penggiat organisasi onderbouw PKI

 

mari kita simak kembali lembaran sosok Gus Dur

tulisannya begitu kuat, pertanda bahwa si empunya

memiliki wawasan yang luas

 

buah pikirnya selalu tertuang tegas dalam tiap tulisan

itu dilakukannya sejak dia seumurku

 

aku ingin mewarisi budaya menulis tersebut

menuliskan setiap kejadian yang remeh-temeh dan sederhana

menjadikannya sesuatu yang diperlukan mereka

bahwa namaku akan terangkat karenanya, itu soal lain

 

lihatlah Gus Dur, dik

sepeninggalnya, orang-orang kecil hingga besar masih memperbincangkannya

dalam berbagai dinamika dan sudut pandang

itu karena ia membaca

itu karena ia menulis

karena itu ia dikenang

 

membacalah sekarang

menulislah sekarang

dan biarkan dunia mengingatmu

 

Graha Pena, 30 Desember 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 30, 2012, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: