KH Agus Salim dan Homeschooling


Catatan Must Prast

Head of Training Division Eureka Academia

KH Agus Salim (Foto: de.wikipedia.org)

KH Agus Salim (Foto: de.wikipedia.org)

Aje gile! Indonesia pernah punya tokoh hebat, bahkan mungkin sepanjang masa. Namanya familier di telinga kita: KH Agus Salim. Mungkin di antara kita ada yang belum tahu bahwa pahlawan kelahiran Sumatera Barat tersebut sudah menerapkan homeshooling kepada anak-anaknya.

Dalam buku Menyingkap Tirai Sejarah (Penerbit Kompas, 2012) yang ditulis Asvi Marwan Adam, diceritakan bahwa Agus tidak menentukan jam belajar dan bermain kepada anak-anaknya. Setiap ada kesempatan, ia menggunakannya untuk mendidik mereka. Ia paham betul cara untuk membuat anaknya selalu ingin tahu dan mengajarkan di mana mereka bisa memuaskan keingintahuan itu. Kuncinya adalah MEMBACA BUKU. 

Ketika masih berusia 20 tahun, Mohammad Roem (kelak tokoh Masyumi dan beberapa kali menjabat menteri di era Soekarno) sering berkunjung ke rumah Agus Salim. Roem menyaksikan bagaimana homeshooling itu diterapkan oleh Agus.

Syaukat, anak Agus Salim yang berumur 4 tahun, ke luar kamar tidur dan minta punggungnya digaruk oleh sang bapak. Syaukat yang masih balita itu berbicara dalam bahasa Belanda yang fasih. Tak heran, Agus Salim memang membiasakan anak-anaknya berbahasa Belanda sejak masih balita.

Dolly, putri sulung Agus Salim yang berusia 15 tahun, mencatat sejarah dengan memainkan piano saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan biola oleh W.R. Supratman pada 28 Oktober 1928. Sejak umur 6 tahun, Dolly sudah membaca buku detektif dalam bahasa Belanda. Roem juga melihat Totok, adik Dolly, sedang membaca kisah epos Mahabarata dalam bahasa Belanda.

Jef Last, jurnalis dan aktivis sosial Belanda, pernah sangat takjub dan kaget dengan kondisi keluarga Agus Salim. Jef pernah bertanya kepada Agus tentang Islam Salim (salah satu putra Agus Salim) yang mahir bahasa Inggris, padahal tak mengenyam sekolah.

Apa jawaban Agus Salim? ”Apakah Anda pernah mendengar tentang sebuah sekolah tempat kuda belajar meringkik? Kuda-kuda tua meringkik sebelum kuda-kuda muda meringkik. Begitu pun saya, meringkik dalam bahasa Inggris dan putra saya (Islam) juga meringkik dalam bahasa Inggris,” tegasnya.

Surabaya, 18 Desember 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 18, 2012, in Sejarah, Sosok. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: