Memupuk Kebanggaan Alumni Unesa


Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

logo-ika-unesaDia sarjana lulusan sastra Indonesia. Lelaki 34 tahun itu sempat mengeluh dan merasa sia-sia menempuh kuliah selama bertahun-tahun di IKIP Surabaya (Unesa). Mengapa? Sempat keluar masuk di berbagai perusahaan, ia kini menekuni pekerjaan sebagai sopir taksi di bilangan Surabaya Pusat.

Dulu ia termasuk salah satu mahasiswa menonjol. Bahkan, hasil penelitiannya pernah dibeli oleh salah satu dosen untuk diteliti ulang secara mendalam guna kepentingan masyarakat. Indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya pun tidak bisa dibilang rendah, di atas 3.

Ia sempat putus asa. Ia marah kepada dirinya sendiri. Ia menyesali hidupnya yang gagal mewujudkan impiannya untuk menjadi sosok muda yang berhasil di karirnya. Sedemikian sedihnya, ia bahkan pernah ”mengemis” pekerjaan kepada beberapa kawan satu angkatannya. Ia sudah berkeluarga dan dikaruniai satu putra yang berumur lima tahun.

Karena didera masalah ekonomi yang begitu pelik, ia akhirnya mencoba mencari peruntungan dengan melamar sebagai sopir taksi. Sebuah profesi yang jauh di luar perkiraannya dulu ketika mengikuti yudisium dan prosesi wisuda. ”Ke mana ikatan alumni kita?” keluhnya suatu ketika.

Di sisi lain, banyak alumnus Unesa yang telah mereguk sukses, baik di karir pekerjaan maupun usaha yang digeluti. Tak bisa dimungkiri, banyak tokoh-tokoh alumni yang belum tercakup dalam satu wadah komunikasi di IKA Unesa.

Sebagaimana diketahui, IKA Unesa sudah lama dibentuk sebagai wadah komunikasi dan forum silaturahmi antaralumnus. Namun, belum banyak gebrakan untuk benar-benar menyatukan seluruh kekuatan potensi alumni.

Hal ini mendesak untuk segera dilaksanakan. Salah satu tujuannya, memperkuat branding Unesa di mata nasional lewat pemaksimalan peran alumni. Untuk itu, perlu langkah-langkah strategis, cepat, dan tepat.

Pagi tadi saya telah bertemu dua tokoh alumnus Unesa. Mereka adalah Much. Khoiri (dosen Unesa, penulis) dan Samsul Hadi (praktisi kewirausahaan, penggerak UMKM nasional).

Salah satu agenda terdekat adalah menghidupkan kembali web IKA Unesa. Beberapa konten kami bahas lebih matang. Di antaranya, seputar IKA (pusat dan pengembangan cabang), kabar alumni, pendaftaran anggota, dunia kerja (info kerja dan peluang usaha). Poin terakhir tentu saja akan melibatkan banyak alumnus Unesa yang telah bergerak di berbagai bidang untuk bersinergi.

Khoiri menambahkan usul tentang perlunya rubrik suara alumni. Baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Web ini nanti juga di-link-kan dengan situs resmi Unesa, mailing list Keluarga Unesa (keluargaunesa@yahoogroups.com), serta grup IKA Unesa di jejaring sosial Facebook. Diharapkan web IKA Unesa tersebut menjadi salah satu corong interaksi alumni untuk kegiatan-kegiatan yang bisa mewadahi peran mereka sekaligus memperkuat lini Unesa di luar.

Hal itu tentu sejalan dengan misi IKA Unesa. Yaitu, menghimpun potensi anggota untuk membangun almamater Unesa, baik secara fisik, mental intelektual/profesional, maupun pencitraan.

”Intinya, kita harus bisa menanamkan rasa bangga sebagai alumni Unesa,” tegas Mr Khoiri. ”Setujuuu…!!!” sahut saya dan Pak Samsul yang pagi itu akan mengisi seminar Technopreneurship di FMIPA Unesa.

Saatnya bergerak dan berkontribusi untuk almamater tercinta: Unesa. Siap?

Graha Pena, 9 Desember 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 9, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bagi saya mas eko beruntung sebagai Sopir Taxi, masih ada beberapa kawan yang dalam tingkat hidupnya dibawah garis kemiskinan.Bersyukurlah atas apa yang diberikan Allah SWT. Yang penting bahagia dunia akhirat. Saya tertarik apa yang ditulis mas Eko dibalik kesulitan ada kemudahan.Mungkin Mas Eko ada kemudahan dalam menuju jalan Allah SWT, daripada hidup kaya tetapi masih tersangkut kasus korupsi. Hidup di dunia menurut tradisi jawa ” Sawang Sinawang “. Dalam sebuah perjalanan ada orang tua suami istri yang berjalan kaki cukup jauh disekitarnya hujan lebat.Mereka berkata enak ya yang punya sepeda motor, tujuannya bisa lebih cepat terlaksana. Demikian juga yang naik sepeda motor juga mengatakan enak ya yang naik mobil tidak kehujanan. Tapi apa lacur yang dikatakan si pemakai mobil pada yang berjalan kaki. Sungguh bahagia pasangan suami istri itu mereka sempat berjalan dengan mesranya, sementara aku karena sibuknya tidak sempat berjalan kaki dengan istriku. Bravo IKA UNESA, mudah – mudahan dengan sharing ini kita para alumni bisa saling tolong menolong sesama alumni.Bukan hanya dalam Tulisan saja, tetapi dalam alam nyata.Bravo IKA UNESA….. kapan ada waktu mengisi komentar ini disela kesibukan kita masing -masing.Tamtomo Utamapati. email utamapatitamtomo@gmail.com .085231690004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: