Memoar Guru, Perjuangan Panjang dan Berliku


Memoar Guru, sebuah catatan heroik dan menyentuh dari para pendidik.

Memoar Guru, sebuah catatan heroik dan menyentuh dari para pendidik.

 Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

”Buku ini akan banyak menginspirasi para pembacanya. Karena itu, saya berharap, setelah membaca buku ini, para guru bukan saja akan mengambil mutiara-mutiara berharga, tapi juga termotivasi untuk menulis, mengingat masing-masing di antara kita punya catatan perjalanan sendiri-sendiri yang pasti berbeda…”

~ Moh. Nuh, Mendikbud RI

***

Setelah lama tak bersua, akhirnya mereka bertatap muka dalam kesempatan yang tak diduga-duga. Guru yang bernama Harno itu semula ingin membeli lampu neon yang bagus dan berkualitas. Ia akhirnya menemukannya di sebuah toko elektronik ternama di kotanya.

Tak disangka, di toko tersebut Harno bertemu dengan mantan anak didiknya di SMP dulu. Ternyata ia tidak bekerja di situ, melainkan pemilik toko besar tersebut. Omzetnya sudah pasti jutaaan tiap hari. Ketika duduk satu meja dalam suasana penuh keakraban, Harno tercengang karena mantan muridnya itu tidak melanjutkan SMP. Ia kemudian bercerita tentang perjalanan suksesnya merintis karir sebagai pengusaha toko elektronik kepada Harno.

Di kisah lain, ada seorang guru kreatif yang begitu dipuja murid-muridnya. Ia begitu dikagumi dan dihormati oleh mereka. Tak salah, ia selalu memberikan kesan baik dan metode pembelajarannya amat kreatif. Para siswanya termasuk mengidolakannya.

Namun, tembok besar menghadang kreativitas guru ini. Begitu populernya, kebijakannya mulai tidak disukai oleh pihak sekolahnya sendiri. Suatu ketika ia memasang sebuah status di Facebook yang berisi kritik yang sebenarnya membangun. Namun, apa lacur, kritik tersebut justru menjadi musibah baginya. Ia kian dimusuhi, bahkan ia mesti menjalani persidangan panjang.

Ada pula seorang guru perlente asal Kalimantan Timur. Sejak muda, ia memang ingin menjadi guru. Liku-liku sebagai tenaga pendidik telah ia jalani dengan begitu menggelora. Nyaris tidak ada kisah yang tidak menarik dalam pengalamannya sebagai guru.

Untuk itu, ia diundang ke Jakarta guna bereuni dengan kawan-kawannya yang rata-rata sudah sukses secara karir dan materi. Namun, dengan bersahaja, ia bertutur tentang kisah heroik dan inspiratif dari gurunya terdahulu. Yaitu, seseorang yang telah mengantarkannya untuk mengabdikan diri sebagai pendidik.

Masih banyak kisah-kisah inspiratif yang terkumpul dalam buku Memoar Guru. Buku ini bermula dari pengembangan diskusi di grup Fb Klub Guru Menulis IGI. Guna membudayakan menulis di kalangan guru, lantas tercetus ide untuk membuat sebuah buku keroyokan yang berisi pengalaman menarik tiap-tiap guru atau aktivis pendidikan. Gagasan tersebut saya sampaikan kepada novelis Faradina Izdhihary serta rekan-rekan guru di grup tersebut dan mendapat sambutan baik.

Secara khusus, saya ucapkan terima kasih kepada Faradina Izdhihary dan penerbit Nurul Haqqy atas terbitnya buku Memoar Guru. Juga IGI, spesial untuk Ketum IGI Satria Dharma dan Sekjen IGI Moh. Ihsan. Terima kasih pula kepada Direktur Seamolec Dr Ir Gatot Hari Priowirjanto. Terima kasih yang tak terhingga kepada para penulis di buku ini seperti Luthfiyah Nurlaela (Surabaya), Ameliasari Kesuma (Salatiga), Joko Wahyono (Samarinda), M. Mushtafa (Sumenep), dan lain-lain.

Seperti disampaikan Mendikbud Moh. Nuh dalam sambutannya untuk buku ini, Memoar Guru diharapkan tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga memotivasi para pendidik di seluruh Indonesia untuk menulis. Inilah sebenarnya tujuan penulisan buku ini.

Buku kerja sama antara Nurul Haqqy dan IGI Ini baru langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Yakni, perjuangan membangun insan-insan cendekia yang bakal melanjutkan kepemimpinan bangsa ini. Semoga!

Graha Pena, 5 Desember 2012

(buku ini akan di-roadshow-kan di seluruh Indonesia untuk mengampanyekan budaya menulis di kalangan guru)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 5, 2012, in Edukasi, Menulis. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Akhirnya berkesempatan menengok tulisan-tulisannya Mas Eko. Menengok sambil belajar menulis.
    Salam
    Irfan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: