Ayo Nge-Blog!


Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

Wijaya Kusumah. (sumber: kompas.com)

Pada Oktober lalu Kompasiana, citizen media milik Kompas, mengadakan lomba guru paling nge-blog. Pemenangnya diumumkan pada acara Kompasianival pada 17 November lalu di Jakarta. Hasilnya, Wijaya Kusumah atau yang biasa disapa Om Jay menyabet penghargaan itu.

Ia pun berhak atas hadiah plakat dan uang tunai Rp 4,5 juta. Guru TIK di SMP Labschool Jakarta tersebut selama ini memang dikenal sebagai bloger aktif di Kompasiana sejak 2008. Total, hingga pukul 23.25 WIB saat tulisan ini dibuat, dia telah mem-posting 2.292 artikel sejak memutuskan menjadi bloger Kompasiana.

Karena itu, saya tidak heran jika ia akhirnya diputuskan sebagai pemenang dalam lomba Guru Paling Nge-Blog 2012 di Kompasiana. Bahkan, baru-baru ini ia menerbitkan buku tentang blog untuk pendidikan (PT Indeks Jakarta). Benar-benar guru bloger!

 Namun, di sisi lain, saya memendam kekecewaan (lebih tepatnya perasaan heran) saat pengumuman lomba itu. Mengapa? Sebab, Wijaya ”hanya” menyisihkan 72 nominator lainnya. Kurang kompetitif.

Artinya, belum banyak guru yang mengakrabi media blog. Padahal, blog memiliki banyak manfaat. Di antaranya, menjadi media komunikasi paling efektif, alat berbagi ilmu, dan media belajar menulis. Di sisi lain, blog dapat menjadi sarana interaksi antarguru di berbagai komunitas pendidikan. Yang paling utama: blog bisa menjadi alat personal branding.

Pada 2011, jumlah guru tercatat sekitar 2,9 juta (JPNN.com). Bayangkan jika semua saling terkoneksi melalui media blog, pasti efeknya sangat dahsyat. Guru di Sumba Timur bisa berbagi pengalaman dengan rekannya di Talaud.

Sejumlah kendala seperti masalah jaringan internet di pelosok mesti mendapat perhatian dari pemerintah dan pihak terkait. Mengingat teknologi telah maju sedemikian cepat dan pesat, penguasaannya adalah hal yang mutlak sehingga dukungan terhadap sarananya harus dilakukan.

Guru yang mudah mengakses internet di daerahnya diharapkan bersedia memanfaatkan media blog ini. Dukungan terhadap gerakan meningkatkan budaya baca dan tulis mesti diberikan secara masif. Nah, salah satunya bisa dilakukan melalui blog.

Prestasi Wijaya Kusumah tersebut setidaknya bisa melecut motivasi dan memberikan inspirasi bagi para pendidik di Indonesia untuk menggunakan blog secara tepat guna. Guru pun perlu membuat catatan harian. Baik tentang kegiatan pembelajaran di kelas maupun pengalamannya yang lain. Itu salah satunya bisa dilakukan dengan memanfaatkan blog.

Catatan-catatan harian guru adalah sesuatu yang sangat berharga bagi bangsa ini dan generasi penerus. Karena itu, semuanya harus didokumentasikan secara baik. Biar menjadi sejarah, menjadi saksi kemajuan suatu peradaban.

Surabaya, 18 November 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 18, 2012, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: