Jurnal Edukasia Rembang


Sebelum berangkat ke Jakarta dan Solo awal Oktober 2012, saya ”menodong” Kepala SMAN 1 Sumber, Kab. Rembang, Suhardi MPd untuk memberikan biodatanya yang terbaru. Pak Hardi, demikian saya biasa menyapanya, adalah salah satu profil guru inovatif dalam buku Apa Yang Berbeda dari Guru Hebat (Esensi). Kebetulan pula dalam acara bedah buku tersebut, saya berencana menukil kiprahnya. Terutama di bidang menulis.

Di tengah gema literasi yang dicanangkan dalam program Gerakan Indonesia Membaca, tentu saja keterampilan menulis menjadi salah satu output pentingnya. Faktanya, belum semua guru di Indonesia terbiasa dan mampu menuangkan gagasannya ke dalam sebuah karya tulis. Padahal, peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi telah mencanangkan bahwa membuat karya tulis adalah wajib dan bisa menentukan kenaikan pangkat atau golongan.

Mulai 2010, saya bergerak untuk mengampanyekan gerakan menulis di berbagai sekolah dan kampus. Sasaran saya adalah para pelajar dan mahasiswa. Hal yang sama dilakukan oleh Pak Hardi. Namun, target yang menjadi bidikannya adalah para guru. Nah, tepat pada 11 Maret 2011, Pak Hardi mengabarkan telah mendirikan IKA Universitas Negeri Semarang (Unnes) Cabang Rembang. Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula Jurnal Edukasia. Dia sendiri yang menjadi ketuanya.

”Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada Maret dan September. Yang istimewa, Jurnal Edukasia juga telah ber-ISSN sehingga memiliki nilai bagi portofolio guru yang tulisannya dimuat,” papar Suhardi.

Jurnal Edukasia berusaha merangkum inonasi-inovasi pembelajaran kreatif di kelas yang dituangkan oleh para kontributornya di Kabupaten Rembang. Dalam jurnal edisi keempat yang saya terima, terdapat berbagai topik menarik yang ditulis oleh para guru dari Bumi Kartini tersebut. Di antaranya, paket aplikasi sekolah (PAS), pengembangan bahan ajar dari cerita rakyat, efektivitas pembelajaran PH larutan, menulis puisi di kalangan siswa madrasah aliyah, metode delikan dalam kompetensi menggambar teknik pada siswa SMK, serta inovasi di jurusan kelistrikan SMK.

Di tengah lesunya gairah membaca dan menulis, kami berdua sama-sama bertekad untuk terus bergerak menyuarakan ajakan dalam mendukung program Gerakan Indonesia Membaca dan Gerakan Indonesia Menulis. Yang terbaru, Suhardi mengaku telah menyiapkan kado spesial di Hari Guru mendatang. Yakni, meluncurkan Jurnal IGI yang telah sekian lama mengendap dalam tataran wacana.

Dulu, saat Ketua Jurusan Bahasa Indonesia UNY Pangesti Wiedarti PhD memelopori e-journal IGI pada 2010, ia mengeluhkan minimnya partisipasi guru. Selain itu, banyak karya yang belum layak untuk dimuat. Nah, kali ini persiapan Jurnal IGI yang digawangi Suhardi hampir mencapai 90 persen. Diharapkan jurnal tersebut benar-benar bisa terwujud. Namun, tujuan utamanya tetap mengajak para pendidik di tanah air untuk mau berbagi inovasi pembelajaran dalam bentuk karya tulis ilmiah. Bisakah?

Graha Pena, 13 Nov 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on November 13, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Trims, mas Eko. Mari terus kita kibarkan bendera kreativitas menulis. Semoga barisan kita semakin panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: