Gadis Cilik Kremil


: Jeng Ratih-ku sayang

 

dua gadis cilik bermain-main dengan tanah

pada jam di mana sebaya mereka bersekolah

tanah yang digenggam itu ada di atas

lokalisasi legendaris pada 1960-an; Kremil

 

aku tak berani menduga-duga

namun dari keterangan seorang warga

dua bocah belia itu anak haram

yang kelahirannya dahulu tak pernah diinginkan sang ibu

 

mataku menyapu kawasan ”lampu merah” itu

dua gadis kecil tersebut masih bermain dengan tanah

di saat sebaya mereka sibuk menuntut ilmu

 

mereka mungkin luput dari perhatian pemerintah

untuk mendapatkan hak memperoleh pendidikan yang layak

 

mereka layak menerimanya

karena pendidikan tak memandang ia anak haram atau tidak

 

 

Graha Pena, 20 Oktober 2012

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 20, 2012, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: