Mengapa Buku?


Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

Di belakang lelaki hebat, ada perempuan hebat. Ya, keberhasilan seorang suami tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan doa seorang istri. Artinya, peran istri terhadap perjalanan karir suaminya tidak bisa dibilang kecil.

Karena itu, aku sangat bersyukur memiliki seorang istri yang baik, sabar, pandai, dan cantik tentunya. Aku pun berniat memberikan sesuatu saat ia merayakan ultah pada 18 September lalu.

Kadonya sederhana: buku puisi yang kususun sendiri. Judulnya Rumah Kartu. Buku ini memang sengaja aku buat untuk hadiah ulang tahunnya.

Dua bulan sebelum itu, buku tersebut sudah jadi, sudah terbit. Aku meminta bantuan kawanku, Mas Abdur ”Roy” Rohman, untuk membuatkan sampul hingga tata letaknya. Sederhana, namun aku terkesan.

Dua jam sebelum tanggal 18 menyapa dunia, aku sudah mengirimkan pesan singkat kepadanya. Isinya singkat, doa dan ucapan selamat milad. Mesra, pastinya.

Keesokan hari, berturut-turut ibu mertua hingga saudara-saudara iparku menelepon istriku. Mengucapkan selamat. Aku melihat matanya berbinar saat itu. Bahagia.

Aku sengaja tidak membelikan barang berharga atau makanan sebagai kado kali ini. Hanya buku. Itu pun kutulis sendiri.

Mengapa buku?

Sebab, aku merangkum banyak cinta untuknya dalam buku tersebut. Di sana juga terangkum nasihat, pesan, dan banyak hikmah perjalanan hidup. Dalam buku itu, aku ingin pula mengajak dirinya untuk semakin peka terhadap kondisi sosial di sekitar. Terutama berbagi dengan sesama yang kurang beruntung. Yang tak kalah penting, pesan dakwah. Yakni, aku berusaha mengajaknya untuk selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.

Itu terangkum dalam puisi berjudul Rumah Kartu.

 

Rumah Kartu

: Jeng Ratih-ku sayang

rumah kartu

berdiri

rapi

seolah kukuh, tapi sesungguhnya rapuh

semoga tak serupa itu

cinta –

: kita pada

Nya

(Graha Pena, 7 Des 2011)

Dalam kehidupan rumah tangga, pasti tidak bisa dilepaskan dari perselisihan. Ini bisa disebabkan faktor ego atau hal sepele. Demikian pula kami. Namun, aku sadar bahwa salah satu harus ada yang mengalah. Ketika riak-riak kecil tengah melanda bahtera rumah tangga kami, aku berusaha untuk tetap tenang. Jikalau kejengkelan meluap atas sikap istriku, aku mencoba selalu mengingat kebaikannya. Paling tidak hal ini bisa mendinginkan pikiran dan hatiku. Dan itu aku potret dalam sebuah puisi berjudul Mencoba Mengingat.

 

Mencoba Mengingat

: Jeng Ratih-ku sayang

tatkala kita berselisih di tiap

kata dan frasa

aku mencoba mengingat

kebaikanmu

tatkala kita berselisih di tiap

kalimat dan alurnya

aku hanya mengingat

kebaikanmu

ya, cuma itu.

(Surabaya, 9 Januari 2012)

Aku tak lupa memberikan nasihat-nasihat kepadanya lewat sebuah falsafah hidup. Misalnya, hidup di dunia ini ibarat mampir minum semata. Karena itulah, kami harus membekali diri dengan amal-amal kebaikan. Pesan tersebut salah satunya aku rangkum dalam Ing Kreteg Suramadu.

Ing Kreteg Suramadu

: Jeng Ratih-ku sayang

urip mung mampir ngombe

macapat sing linuwih paras gigih; setya

remen titular geguritan gugur gunung

ing kene

ing kreteg suramadu

sak gawe ronawitan panjang sewu

tak tulis panjar sak estu tresnaku

liwat ayat suci kagem bekal

urip sing saya mung mampir ngombe iki

(Graha Pena, 24 Januari 2010)

Aku kira, kado seperti perhiasan, gadget, ataupun makanan lezat tidak ”seabadi” buku. Aku berharap, dengan membaca buku tersebut, istriku selalu mengingat pesan-pesan yang kuberikan kepadanya. Mengingat sepenggal perjalanan kecil kami.

Ia kadang menilaiku tak bisa serius. Itu terlihat saat ia membaca status-status konyolku di Facebook. Nah, dalam buku Rumah Kartu ini, aku ingin ia tahu bahwa aku pun bisa bersikap serius. Sebab, dalam cinta, baik kepada pasangan hidup maupun Allah SWT, kita harus serius dan tidak boleh main-main. Dan cinta itu aku abadikan dalam buku ini.

Graha Pena, 1 Oktober 2012

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 30, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: