Daily Archives: September 10, 2012

Garam Kita


: Jeng Ratih-ku sayang

 

kususuri Madura, mulai Bangkalan, Sampang,

Pamekasan, hingga Sumenep

 

kubuang pandangan sejauh

lahan garam yang menghampar

 

inilah surga garam di negeri kita, yang lahannya

mencapai:

300 hektare di Bangkalan

1.200 hektare di Pamekasan

4.200 hektare di Sampang

2.200 hektare di Sumenep

 

namun petaninya justru menjerit

sebab nasib mereka kian tak menentu

lantaran harga garam anjlok

 

mereka semakin menjerit

karena impor garam tak terbendung

produksi sendiri mangkrak dan

terancam tak terserap pasar

 

engkau bisa bayangkan; betapa

garam petani hanya dihargai

Rp 350 per kilogram untuk kualitas satu

Rp 300 untuk kualitas di bawahnya, bahkan

ada yang hanya Rp 200

 

ada sekitar 35 ribu orang

yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut

mereka tidak hanya berjuang menentang

impor garam yang terus-menerus, tapi juga berusaha keras

agar tidak terperosok seperti

nasib garam lokal

saat ini

 

kutemui salah seorang petani

kutulis di secarik kertas tentang pesannya

hanya sebaris kalimat tanya

“di mana pemerintah?”

 

Graha Pena, 10 September 2012

Pojok Bahasa: Wajib Pajak = Tidak Logis!


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Pada medio Juni 2012, saya mendapat pemberitahuan bahwa akan ada petugas dari kantor pajak yang melakukan pendataan di perumahan tempat saya tinggal. Beberapa hari kemudian, sang petugas berkunjung ke rumah saya. Ia mengaku datang dalam rangka sensus pajak.

Saya dimintai data-data terkait. Di antaranya, NPWP suami dan istri. Setelah mengisi formulir yang disediakan, saya diberi sebuah stiker yang bertulisan sensus pajak nasional. Saya perhatikan terdapat tulisan wajib pajak di lembaran formulir. Read the rest of this entry