Selembar Daun


: Jeng Ratih-ku sayang

kemarilah, dik

duduklah di dekatku, kemudian

pandanglah daun pada tanaman itu

semula ia tumbuh kecil; pucat

lalu beranjak dewasa dan warnanya mengkilat

selepas tua, daun tersebut layu

tinggal menunggu waktunya jatuh ke tanah

selembar daun itu adalah kehidupan

yang tengah kita jalani

 

 

kemarilah, dik

dekatkan tubuhmu, kemudian

pandanglah tanah tempat jatuhnya daun itu

ia adalah tempat kembali kita

maka tak hanya kutitipkan harta duniawi

tapi juga pesan yang tersirat

pada selembar daun tersebut

siklus mesti berjalan

 

 

semua bisa berubah

semoga tidak demikian cinta

kita kepada

– Nya

Graha Pena, 9 september 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 9, 2012, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: