Salah Kaprah: Memberi Kuliah


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Sumber ilus: aungelsofan.wordpress.com

Tanpa disadari, banyak salah kaprah dalam bahasa Indonesia di masyarakat kita. Demikian pula yang terjadi di dunia pendidikan. Termasuk perguruan tinggi.

Salah satu contoh yang mudah ditemui adalah pemakaian dan penulisan ”memberi kuliah”. Contoh kalimatnya sebagai berikut.

  1. Sri Mulyani memberi kuliah di Universitas Indonesia.
  2. Pak Hendrajid memberi kuliah di kelas kami.
  3. Beliau sedang memberi kuliah saat ini.

Saya kerap menemui kasus salah kaprah seperti ini, baik dalam penulisan berita di koran dan majalah maupun kalimat langsung (ujaran). Yang masih saya ingat ketika mengikuti mata kuliah sintaksis di Unesa, penulisan memberi kuliah itu tidak tepat.

Sehubungan dengan topik ini, kita bisa menentukan pertanyaan yang benar dan yang tidak.

Pertanyaan yang benar:

  1. Kita memberi siapa?
  2. Siapa yang kita beri?
  3. Kita memberikan apa?
  4. Apa yang kita berikan?

 

Pertanyaan yang tidak benar:

  1. Kita memberi apa?
  2. Apa yang kita beri?

Dikutip dari Pos Jaga (Unipress Unesa, 2000), atas dasar Kita memberikan apa? dan Apa yang kita berikan?, bentuk yang benar bukan memberi kuliah, melainkan memberikan kuliah. Jika memberikan kuliah dipermutasi, bentuknya menjadi diberikan kuliah.

Dari memberi kuliah, terbentuk kuliah diberi. Bentuk terakhir ini tentu tidak berterima.

Rumusan kaidah penulisan yang tepat adalah sebagai berikut.

Memberi + objek penerima (O2)

Memberikan + objek penderita (O1)

Mengacu pada kaidah di atas, ”memberi + O1” tidak benar. Begitu juga halnya dengan ”memberikan + O2”. Berikut contoh beda penggunaan kata memberi dan memberikan yang tepat.

  1. Presiden memberikan kuliah terbuka kepada mahasiswa Unpad.
  2. Presiden memberi mahasiswa Unpad kuliah terbuka.

Sekarang kita sudah tahu beda penggunaan kata memberi dan memberikan. Kini tugas kita berikutnya adalah meluruskan salah kaprah tentang memberi kuliah tadi.

Graha Pena, 7 September 2012

Bacaan:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV (Pusat Bahasa, 2008)
  2. Pos Jaga (Unipress Unesa, 2000)

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 7, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: