Menulis yang Tidak Penting Jadi Penting


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Salut buat Mas Wisnu, demikian saya menyapa Wisnu Nugroho, wartawan desk Multimedia Kompas. Betapa tidak, di sela kesibukannya sebagai wartawan Kompas, ia masih menyisakan waktu untuk menulis atau sekadar ngeblog.

Kami sama-sama aktif di Kompasiana, situs mikroblogging milik Kompas. Di sana masyarakat dari berbagai bidang dan latar belakang bebas berekspresi lewat tulisan. Berbagai informasi apa saja sekaligus memberikan inspirasi satu sama lain.

Karena milik Kompas, sudah tentu banyak wartawannya yang aktif ngeblog di situ. Di antaranya, Linda Jalil, Pepih Nugraha (managing editor Kompas.com), dan Mas Wisnu sendiri. Blog keroyokan tersebut bisa dibilang sukses melahirkan banyak penulis buku. Dari yang awalnya hanya iseng menulis kemudian jadi pengarang betulan. Dari yang cuma ikutan teman lalu ketagihan iklim menulis di sana.

Beberapa Kompasianer (sebutan untuk bloger Kompasiana) bahkan menerbitkan bukunya dari kumpulan tulisan mereka di blog tersebut. Misalnya, guru TIK SMP Labschool Jakarta Wijaya Kusuma dengan nama bekennya Omjay, saya sendiri, dan Mas Wisnu.

Khusus untuk Mas Wisnu, saya layak berterima kasih kepadanya. Oya, perlu diketahui bahwa ia pernah bertugas sebagai wartawan di Istana Kepresidenan pada kurun 2004-2009. Sebagai wartawan istana, Wisnu banyak melaporkan kegiatan-kegiatan kenegaraan yang melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mas Wisnu-lah yang memopulerkan sebutan Pak Beye, yang akhirnya menjadi judul buku tetralogi (empat seri) yang terkenal itu.

Terima kasih yang saya maksud adalah kegiatan ngeblognya. Ya, Mas Wisnu hampir rutin menuliskan hal-hal ringan yang terkait dengan Pak Beye. Mulai kehidupan Pak Beye dengan keluarganya, kerabatnya, politiknya, hingga istananya.

Pokoknya, betul-betul tulisan ringan dengan bahasa sederhana, renyah dan mudah dicerna pembaca dari berbagai usia. Tulisan-tulisannya pun kadang di luar dugaan, menggelitik, bahkan mengagetkan. Salah satu contohnya adalah saat ia bercerita bahwa tahi lalat Pak Beye di dahi mendadak “hilang” saat fotonya nampang di poster besar kampanye pilpres. Bukan hanya hilang karena teknik Photoshop, tapi akhirnya hilang beneran!

Kisah kecil lainnya yang unik adalah pengalaman Mas Wisnu saat menjepret Laksamana (purn) Widodo A.S. menguap saat Pak Beye bercerita humor di dalam gerbong kereta Joko Kendil saat perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke Stasiun Pasar Senen. Widodo A.S. adalah anggota tim sukses SBY saat Pilpres 2004. Tak banyak pejabat yang berani menguap di hadapan SBY tentu saja. Namun, Widodo terbukti berani melakukannya secara lepas dan merasa bosan. Kok bisa? Ya karena ia pas duduk di belakang bangku Pak Beye, hahaha!

Mas Wisnu juga mengupas tuntas kegiatan-kegiatan keluarga istana di luar jam kerja sang presiden. Misalnya, Ibu Ani Yudhoyono yang punya hobi fotografi, Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) yang ternyata juga penulis buku, dan cucu Pak Beye, Almira Yudhoyono.

Banyak hal-hal kecil yang diceritakan Mas Wisnu. Sangat humanis karena memotret sisi lain presiden kita tersebut.

Mas Wisnu tidak hanya senior saya dalam bidang menulis. Ia mengajarkan sesuatu yang amat berharga. Apa itu? Yaitu, prinsip menulisnya. Ia punya moto menulis khusus: “Mengabarkan yang tidak penting agar yang penting tetap penting.”

Sebuah moto yang mujarab! Buktinya, tulisan-tulisan Mas Wisnu tentang tetralogi Pak Beye meraup sukses. Sambutan pembaca bisa dikatakan sangat baik.

Akhirnya, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa setiap hal kecil itu pasti memiliki suatu nilai. Artinya, banyak hikmah yang bisa kita bagikan kepada orang lain meski sederhana sekalipun.

Sidoarjo, 13 Agustus 2012

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 13, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: