Perak untuk Tim Merah Putih


Lifter Triyatno sukses merebut perak Olimpiade 2012 London. (sumber: kompas.com)

Bendera Indonesia kembali berkibar di arena Olimpiade 2012 London. Setelah Eko Yuli Irawan berhasil menyumbangkan medali perunggu di kelas 62 kg pada Selasa (31/7), Rabu dini hari WIB (1/8) Triyatno menyabet perak di kelas 69 kg. Dengan hasil itu, kontingen Garuda mengoleksi satu medali perak dan satu perunggu di Olimpiade.

Dengan torehan tersebut, Triyatno melambungkan namanya sebagai lifter putra terhebat dalam sejarah angkat besi Indonesia. Pada Olimpiade 2008 di Beijing, Eko Yuli dan Triyatno sama-sama mendulang medali perunggu.

Cabang olahraga angkat besi Indonesia memang pantas diperhitungkan. Pasalnya, cabang ini menjadi salah satu lumbung medali di multievent terbesar di dunia tersebut. Pada Olimpiade 2000 di Sydney, Australia, lifter Lisa Rumbewas mampu menyumbangkan satu medali perak. Selain Lisa, dua lifter putri lainnya, Sri Indriyani dan Winarni sukses meraih perunggu. Di Olimpiade 2004 Athena, Yunani, Indonesia kembali merebut satu perak melalui Lisa Rumbewas.

Sukses Triyatno patut diacungi jempol. Bahkan, dia sempat mendapat standing ovation dari penonton di Execel Arena saat berhasil mengangkat clean and jerk seberat 188 kg. Dengan angkatan tersebut, Tri mampu menggusur lifter Rumania Martin Razvan Constantin dari urutan kedua.

Total, Tri membukukan angkatan 333 kg. Constantin merebut perunggu dengan 332 kg. Medali emas sendiri direbut oleh Lifter Cina Lin Qingfeng dengan angkatan total 344 kg.

Menurut pelatih timnas angkat besi Lukman, sukses Tri yang mengangkat 188 kg clean and jerk adalah pencapaian luar biasa. Motivasinya untuk memberikan yang terbaik bagi tim Merah Putih membuatnya lebih kuat.

Kesuksesan Triyatno dan Eko Yuli ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade. Termasuk di cabang lain seperti bulu tangkis yang difavoritkan bisa meraih emas di nomor ganda campuran. Yakni, melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Keduanya berhasil lolos ke semifinal setelah Rabu dini hari (1/8) menang 21-15, 21-9 atas pasangan Jerman Michael Fuchs/Birgit Michels, dalam waktu 34 menit. Mampukah Tontowi/Liliyana mewujudkan asa rakyat Indonesia agar merah putih kembali berkibar di arena Olimpiade 2012? Patut kita tunggu.

https://mustprast.wordpress.com

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 1, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: