Buku Pak Guru di Toko Fotokopi


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Saya terakhir bertemu dengannya pada Safari Diklat Jurnalistik Jawa Pos 2009 di tempatnya mengajar. Yakni, RSBI SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Ia termasuk pembina ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah tersebut. Orangnya masih muda, lebih muda daripada saya. Berpostur sedang dengan kumis tipis, ia akrab disapa Pak Karim. Nama lengkapnya Ahmad Faizin Karim.

Hari-hari setelah itu, saya justru lebih intens berhubungan dengan salah satu guru yang kelak menjadi kepala SMA tersebut, yakni Sukari. Dengan Sukari, saya berkepentingan menulis profilnya untuk buku Apa Yang Berbeda dari Guru Hebat (Esensi, 2011). Dari Sukari pula, saya mendapat informasi bahwa Karim dulu pernah menjadi muridnya di SMA Muhammadiyah  1 Gresik. Ia termasuk murid cerdas dan kreatif. Karim juga dikenal ulet dan punya semangat belajar tinggi. Karena itu, selepas lulus, ia diterima mengajar di almamaternya sampai sekarang.

Tak disangka, setelah lebih dari tiga tahun tak bersua, saya justru “bertemu” dengan Karim. Bukan dalam sosok sejatinya, melainkan karya tulisnya.

Secara tak sengaja, saat berkunjung ke toko fotokopi di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, yang tak jauh dari rumah saya, saya melihat-lihat buku yang dipajang di situ dan mendapati buku karya Karim. Judulnya Pendidikan Jurnalistik, Panduan Manajemen Media Massa Sekolah (Untuk Pelajar SMP dan SMA).

 Bukunya tipis, tak sampai 100 halaman. Tepatnya, hanya 64 halaman, termasuk daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Buku ini diterbitkan oleh CV Pustaka Agung Harapan Surabaya pada April 2011.

Karena tidak asing dengan nama penulisnya, juga kedekatan saya dengan SMA Muhammadiyah 1 Gresik, tanpa pikir panjang saya membeli buku itu. Harganya cuma Rp 7.500.

Buku tersebut tanpa disertai ISBN (international standard book number). Karena itu, saya langsung menduga bahwa buku ini diterbitkan secara mandiri (self publishing) oleh Karim. Namun, saya belum sempat konfirmasi soal ini kepada yang bersangkutan tentang benar atau tidaknya dugaan saya tersebut.

Apa pun itu, saya angkat topi dan berikan dua jempol terhadap buku ini. Isinya simpel, ringkas, tetapi padat akan panduan dasar jurnalistik. Buku ini terdiri atas lima bab. Bab pertama berisi tentang jurnalistik pendidikan. Bab kedua tentang manajemen media sekolah, bab ketiga ialah kegiatan penunjang, dan bab keempat berisi tentang beberapa kendala umum. Bab terakhir membahas tentang majalah Inspirasi.

Majalah Inspirasi adalah majalah khusus RSBI SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Tampilannya tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja. Justru ciamsor (ciamik soro, sangat bagus, Red)! Media sekolah ini justru selalu tampil luks di setiap edisinya. Saya tidak memuji, tetapi mengatakan apa yang saya lihat sendiri. Sukari yang kala itu sudah menjadi kepala SMA tersebut pernah memberikan salah satu edisi majalah Inspirasi.

Saat sowan ke kediamannya untuk mengikuti pelatihan paket aplikasi sekolah (PAS), Sukari membeberkan bahwa sosok di balik sukses majalah Inspirasi adalah Karim. Tentu saja saya bangga mendengar hal ini.

Buku Pendidikan Jurnalistik (2011) yang ditulis Karim tersebut sebagian besar adalah pengalamannya sebagai pembina ekskul jurnalistik. Ini tampak dari bab kedua (Manajemen Media Sekolah) yang mengupas lebih lanjut soal cara membentuk pengurus, membuat nama media, menentukan pangsa pembaca, rubrikasi, pencarian data, dan editing. Dari situ, Karim mencoba menjabarkan pengalamannya selama mengajar jurnalistik di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Pengalamannya diuraikan di bab tersebut.

Yang paling kentara adalah bab keempat (Beberapa Kendala Umum). Di sini Karim memaparkan seputar kesulitan yang biasa dihadapi tim jurnalistik sekolah. Di antaranya, keredaksian, manajerial pembina, dukungan warga sekolah, pembiayaan, dan legalitas. Isi bab ini juga lebih banyak mendasarkan pada pengalamannya selama mengampu ekskul jurnalistik.

Namun, bukan teori dan praktik lapangan saja, Karim juga membuktikan kesuksesannya membuat majalah Inspirasi. Di bab kelima, ia membagikan tip suksesnya tersebut. Salah satunya, menceritakan perjalanan majalah Inspirasi, mulai berdirinya sampai eksis seperti sekarang.

Tentu saja, saya tak rugi mendapati, membaca, dan menyerap pengalaman Karim dalam buku ini. Apalagi, saya sendiri adalah pekerja media yang juga membutuhkan pengayaan semacam ini. Di sisi lain, saya kerap diminta menjadi pembicara (narasumber) dalam pelatihan-pelatihan jurnalistik di berbagai sekolah. Tentu saja buku ini memberikan manfaat yang besar bagi saya pribadi. Juga yang pasti bagi warga sekolah dan para pelajar Indonesia yang berminat terhadap dunia tulis-menulis.

Lama tak bertemu, sekali berjumpa langsung di rak buku sebuah toko fotokopi dan membawa manfaat. Salut untuk Pak Guru Karim. Semoga lebih banyak guru yang menuliskan pengalamannya dalam bentuk buku.

Semakin banyak buku yang ditulis guru, semakin kaya pula pengetahuan bagi anak-anak bangsa dan orang lain pada umumnya.

Graha Pena, 22 Juli 2012

https://mustprast.wordpress.com

 

 

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 22, 2012, in Jurnalistik, Menulis and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: