Verba Volant, Scripta Manent


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Sumber gambar: ancoletta.blogspot.com

Dalam Jurnal Mahasiswa UGM, Balairung (2001:5), Darmanto menyatakan bahwa melalui bukulah pengetahuan disimpan, disistematisasikan, dibaca,  dan akan melahirkan tanggapan. Dengan demikian, prasyarat adanya transfer wacana yang rapi, terstruktur, dan mengilhami akan didapatkan. Untuk itu, di dunia ini dibutuhkan sebanyak-banyaknya penulis atau pengarang.

Tak bisa dimungkiri, akan terlihat sangat dungu jika kita masih mengagungkan budaya lisan dengan citra romantik. Pengetahuan yang hanya diwariskan dari mulut ke mulut kerap luntur oleh lupa dan sakit kepala. Untuk mencegah lunturnya ingatan, manusia butuh mengabadikan dengan menuliskannya pada lontar, prasasti, dan kertas (buku). Dengan demikian, demikian pengetahuan tidak akan segera hilang dan relatif permanen (scripta manent).

Itulah yang terungkap jelas dalam ungkapan Latin, verba volant, scripta manent. Yakni, ucapan cepat hilang, sedangkan tulisan abadi terkenang. Dengan perkataan lain, sesuatu yang terucap akan mudah menguap. Berbeda halnya dengan sesuatu yang tertulis yang bakal senantiasa abadi.

Graha Pena, 21 Juli 2012

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 21, 2012, in Catatan Harian, Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: