Nulis di Tisu, Dapat USD 9 Per Detik


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Mbak Joanne berpose dengan novelnya yang terkenal, Harry Potter. (Getty Images/Christopher Furlong)

Mbak Joanne ini betul-betul beruntung. Tak pernah terbayang olehnya bisa menjadi jutawan. Padahal, dulu ia hanya ibu rumah tangga yang miskin.

Hebatnya, majalah bisnis terkenal Amerika Serikat, Forbes, menahbiskan Mbak Joanne sebagai pengarang paling kaya di dunia pada 2008 (Kompas, 5/10/2008). Bayangkan, sepanjang musim 2007, Mbak Joanne meraup tak kurang 5 pounsterling atau 9 dolar setiap detik!  

 Forbes juga mencatat, Mbak Joanne menerima pendapatan 170 juta poundsterling. Angka tersebut lebih tinggi enam kali lipat dari penulis kondang James Patterson (Along Came a Spider Fame).Stephen King menduduki peringkat ketiga dengan pendapatan 25 juta poundsterling (Kompas, 5/10/2008).

Surat kabar Sunday Times di Inggris bahkan menyebut, total kekayaan Mbak Joanne menembus 560 juta poundsterling. Jika dirupiahkan, angka tersebut sudah menembus digit triliun. Luar biasa Mbakyu yang satu ini.

Semula, dia ini menulis cerita khayal secara tak sengaja. Untuk membunuh kebosanannya. Pada 1990, ia dapat ide untuk bikin cerita imajinatif dalam perjalanan ke London. Ketika tinggal di Edinburgh, Inggris, ia kerap mampir ke warung kopi langganannya.

Hebatnya, ia tak menulis di komputer ataupun buku tulis, melainkan di lembaran tisu! Ya, tisu-tisu itu dijadikan pelampiasan untuk menulis cerita rekaannya.

Setelah jadi sebuah buku tebal, karya Mbak Joanne ini ditolak oleh beberapa penerbit di Britania Raya. Beruntung, pada 1997, buku tersebut berhasil diterbikan sebuah penerbit. Ternyata laris. Bahkan membuat histeria di kalangan pencinta fiksi.

Karya fenomenal itu akhirnya berlanjut lewat seri-seri berikutnya. Ya, Anda tak salah, buku tersebut adalah serial Harry Potter, si penyihir cilik yang cerdas dan berjiwa petualang.

Mbak Joanne ini punya nama lengkap Joanne Rowling. Belakangan, pengaran terkenal ini akrab disebut J.K. Rowling. Novel Harry Potter telah difilmkan dan menjadi box office di dunia. Pada 2011 kekayaan Mbak Joanne menyusut, dari menjadi miliarder kini hanya menjadi jutawan. Ini disebabkan tingginya pajak yang dikenakan padanya. Meski demikian, jiwa dermawannya tak luntur. Ia menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk berbagai yayasan. Bahkan, ia tercatat pernah menyumbang Rp 18 miliar untuk Partai Buruh di Inggris.

Perjalanan sukses Mbak Joanne ini sudah selayaknya menginspirasi kita. Bahwa menulis itu tidak butuh fasilitas macam-macam. Tak punya komputer atau laptop bukan halangan untuk menulis. Terbukti, ia mencetak kekayaannya yang bermula dari menulis di lembaran-lembaran tisu.

Graha Pena, 30 Juni 2012

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 30, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: