Pojok Bahasa: Bank BRI


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Logo BRI (sumber: jobsvacancy.net)

Xaveria, redaktur halaman Kombis Jawa Pos, menghampiri saya. Kami lalu terlibat diskusi tentang kebahasaan, khususnya di surat akbar. Salah satu yang paling sering saya sorot di halamannya adalah kasus mubazir.

Saya lantas mencontohkan penulisan Bank BRI. Dalam sebuah kesempatan, saya pernah mengusulkan agar nama perusahaan itu ditulis BRI saja. Xaveria lantas menghubungi pihak bank yang bersangkutan. Namun, mereka tidak mau dengan alasan itu adalah nama perusahaan. Mereka lantas bertanya alasan saya mengusulkan itu.

Saya bilang, BRI merupakan kependekan dari Bank Rakyat Indonesia. Jika ditambahi kata ”bank” di depannya, tentu saja akan mubazir. Jadinya seperti ini: Bank Bank Rakyat Indonesia.

Mereka berkilah, itu sudah dipakai sejak lama. Sebagaimana diketahui, BRI termasuk salah satu bank tertua di Indonesia. Dikutip dari Wikipedia, BRI awalnya didirikan pada 16 Desember 1895 dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto.

Entah sampai kapan kemubaziran pada penulisan Bank BRI berlangsung. Perlu ada kesadaran dan penyadaran berbahasa.

Saya berharap BRI berani menyikapinya, seberani Pertamina mengganti logonya.

Graha Pena, 26 Juni 2012

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 26, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: