Cemas


oleh Eko Prasetyo

tinggal di http://samuderaislam.blogspot.com

Kami harus rapat mulai pukul lima sore ini. Sudah satu jam berjalan. Kulihat Amran dari perwakilan pemasaran cemas. Berkali-kali melihat jam di tangan kirinya. Ia mulai tak fokus.

Bos melihatnya. Dengan muka masam, ia menegur.

”Amran, tolong perhatikan. Rapat ini penting demi perusahaan kita,” ucap bos dengan nada agak tinggi.

”Tapi ini lebih penting, Pak,” jawab Amran.

”Apa ada yang lebih penting dari paparan saya ini?” ketus sang bos. Matanya menatap tajam kepada Amran. Semua yang hadir di situ menantikan jawaban Amran.

”Shalat Magrib berjamaah, Pak. Saya sudah tertinggal beberapa menit yang lalu,” ucap Amran. Sorot matanya menegaskan ia tak takut dipecat.

Graha Pena, 13 Juni 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 13, 2012, in Flash Fiction. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: