Pojok Bahasa: Pelepasan atau Penglepasan?


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Mana yang baku? (Foto: sdsengon02.wordpress.com)

Siti Mugi Rahayu, salah satu guru SMA di Bekasi, mengabarkan di grup Facebok Klub Guru Menulis IGI bahwa terjadi perdebatan sengit di tempatnya mengajar. Hal itu terkait dengan penulisan ”pelepasan” dan ”penglepasan” pada acara wisuda siswa kelas 12. (Fb KGM, 5/6/2012).

Pada 15 Juni 2008, Ahmad Rizali di milis Centre for Betterment of Education (CFBE) menulis bahwa ia melihat tulisan ”Pelepasan Siswa-Siswi…” di aula Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Dia lantas merujuk pernyataan almarhum Slamet Jabarudi, redaktur bahasa majalah Tempo. Yakni, berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelepasan itu sama dengan dubur atau anus. (CFBE, 15/6/2008)

Atas dasar tersebut, Ahmad lebih setuju penggunaan kata ”penglepasan.” Sebab, ia menganggap pelepasan siswa-siswi berarti (maaf) anus siswa-siswi. Lantas, mana bentuk baku yang tepat, penglepasan atau pelepasan?

Mari kita tengok pembentukan kata berikut ini.

latih —> pelatih  —> pelatihan

lipat —> pelipat  —> pelipatan

Berdasar uraian di atas, jika imbuhan peng- + -an bertemu kata lepas, bentuknya adalah pelepasan. Inilah bentuk baku berdasar kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia.

lepas  —> pelepas  —> pelepasan

Di KBBI terdapat penjelasan sebagai berikut.

 

pe·le·pas·an n 1 proses, cara, perbuatan (hal dsb) melepas(kan); 2 pemecatan (dr tugas); 3 dubur; anus; 4 Geo pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun secara buatan

Mengapa muncul bentuk penglepasan? Menurut Suryo Handono dari tim Laman Balai Bahasa (2011), kata penglepasan muncul untuk menghindari bentuk kurang sopan. Alasannya, salah satu makna kata tersebut adalah anus/dubur. Padahal, sesuai dengan penjelasan di KBBI, kata pelepasan tidak hanya bermakna dubur. Ada empat makna untuk kata pelepasan.

Dalam ulasan kebahasaan di harian Kompas, Abdul Gaffar Ruskha menyatakan, ”Bahwa penglepasan bermakna proses, cara, dan kegiatan melepaskan, sedangkan pelepasan adalah bagian belakang untuk buang air besar atau dubur itu tidak harus dibedakan.”

Saya setuju itu: yakni yang tepat adalah bentuk pelepasan, bukan penglepasan. Dasar dan kaidahnya sudah jelas.

Graha Pena, 5 Juni 2012

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 5, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: