Klub Baca Buku IGI (10)


Mensyukuri Hidup dengan Membaca

Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

Penampilan Michael Anthony, pianis cilik tunanetra yang juga menderita autis. (Foto: Antara)

Mengapa saya membaca? Mengapa saya mengharuskan diri saya membaca? Tak lain salah satunya adalah mensyukuri hidup.

Betapa banyak perubahan yang saya dapatkan setelah membaca suatu buku, surat kabar, ataupun majalah. Begitu banyak cakrawala yang membuka wawasan saya tentang kehidupan dan dunia. Sudah tak terhitung berapa banyak inspirasi yang saya dapatkan dari kegiatan ini.

Ketika membaca suatu berita tentang musibah, saya bisa memetik pelajaran dan hikmah di balik itu. Tatkala membaca prestasi orang lain dalam suatu bidang, hal ini secara tidak langsung dapat memompa semangat saya untuk bisa berkarya dan melahirkan prestasi pula. Saat membaca inovasi terbaru dan teknologi mutakhir, saya bisa merasakan bahwa dunia berubah sangat cepat. Modernisasi tidak terelakkan. Maka, akan sangat rugi dan tertinggal seseorang atau suatu kaum apabila tidak membaca.

****

Hari ini saya mendapat inspirasi setelah membaca dua berita lawas. Pertama tentang Michael Anthony, pianis cilik yang membawakan Sonata karya musisi genius Wolfgang A. Mozart pada HUT Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) pada 2010. Michael ini tidak seperti anak kecil umur tujuh tahun pada umumnya. Dua matanya buta. Ia bahkan menderita autis (Kick Andy, 2010).

Namun, Tuhan Mahaadil. Dia menunjukkan keagungan-Nya. Tidak selalu orang yang memiliki keterbatasan fisik tidak punya kelebihan. Selalu ada sesuatu yang inspirasional dari orang-orang seperti itu. Michael, contohnya. Jari-jarinya mampu memainkan tuts-tuts piano dengan sempurna. Yang dahsyat, ia menguasai lebih dari seratus lagu, mulai aliran klasik hingga pop.

Menurut Jaya Suprana, Michael bahkan memainkan alunan nada-nada yang termasuk tingkatan sulit dari karya Mozart, Liszt, Beethoven, dan Chopin, bahkan untuk pianis dewasa sekalipun (Kick Andy, 2010). Pianis cilik itu bahkan punya bakat hebat. Hanya mendengar satu atau dua kali sebuah lagu, lantas ia mencari nada-nada tersebut dengan cepat.

Indonesia juga punya pianis tunanetra yang telah dikenal di kalangan musisi jazz dunia. Yakni, Muhammad Ade Irawan. Di usia 17 tahun, ia telah ber-jam session dengan musisi-musisi jazz dan blues terkenal, bahkan telah melanglang buana di Chicago, Amerika Serikat. Hebatnya, ia tidak pernah belajar pada guru piano, melainkan berlatih sendiri dua jam setiap hari.

Susan Boyle yang mengguncang dunia tarik suara. (Foto: Google)

Pengalaman kedua adalah saat membaca kisah Susan Boyle yang pernah saya baca dalam sebuah ulasan di harian Kompas. Sebelum mengikuti ajang pencarian bakat Britain’s Got Talent pada 2009, Susan bukan siapa-siapa. Ia berasal dari keluarga sederhana di Blackburn, Skotlandia. Sehari-hari Susan menghabiskan waktunya dengan kucing kesayangannya, Pebbles. Ia pengangguran alias tidak punya pekerjaan tetap selain cuma beraktivitas di gereja.

Pada saat mengikuti ajang tersebut, Susan awalnya pesimistis mengingat usianya sudah terlalu tua, 47 tahun. Ia bahkan sempat berniat mundur saja. Apalagi, ia akan menghadapi juri yang terkenal dengan komentar pedasnya, Simon Cowell, eks juri American Idol. Namun, itu urung dilakukan Susan. Ia maju.

Banyak penonton yang melihatnya dengan tatapan pesimis. Mereka tak yakin dengan Susan. Apalagi, secara fisik, Susan dianggap tidak meyakinkan. Wajahnya biasa-biasa saja dan (maaf) hidungnya tak seperti bule kebanyakan: pesek.Namun, Susan tetap percaya diri meski tatapan para juri menyisakan sikap skeptis.

Siapa sangka, saat ia menjawab ingin menyanyikan sebuah lagu berjudul I Dreamed A Dream, ia menyanyikan dengan sangat indah.Sampai-sampai ia dijuluki manusia bersuara malaikat. Setelah penampilan hari itu, tak kurang CNN, BBC, hingga Washington Post ingin mewawancarinya.

(Penampilannya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=L8P9d0zGZl4).

Itu sedikit pengalaman yang saya dapat saat membaca. Dengan membaca, saya tak henti mengucap rasa syukur yang mendalam atas kebesaran Tuhan.

Graha Pena, 5 Juni 2012

https://mustprast.wordpress.com

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 4, 2012, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: