Klub Baca Buku IGI (6)


Bonus Mobil dan Umrah dari Buku

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Suara berisik knalpot sepeda motor meraung-raung di jalanan yang padat pagi itu. Memekakkan telinga. Sorak-sorai saling bersahut-sahutan. Kegembiraan yang terpancar di wajah-wajah para pengendaranya seolah menyiratkan kemenangan yang sangat dinanti-nantikan. Ya, mereka merayakan kelulusan setelah mengikuti ujian nasional (unas).

Deru suara knalpot dan hiruk-pikuk pelajar tersebut saya saksikan di dalam gedung SMAN 5 Surabaya. Pagi itu, 28 Mei 2012, saya bersama Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Dharma sengaja datang ke sekolah favorit di Kota Pahlawan itu untuk memberikan pelatihan tentang meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa.

Sebelumnya, kedatangan kami disambut oleh Kepala SMAN 5 Surabaya Sri Widiati SPd MM dan jajarannya. Ada Waka Kurikulum Damari, guru bahasa Indonesia Abdul Latif, dan Ketua Komite Sekolah Ir Mamik Slamet Riadi. Semua wajah di ruang kepala sekolah pagi itu ceria dan penuh semangat.

Kalau ada yang perlu dirisaukan, mungkin itu adalah adanya siswa yang konvoi merayakan kelulusan. Mereka naik bersepeda motor yang tentu saja membuat lalu lintas macet dan buang-buang bensin saja. Padahal, sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Polrestabes Surabaya sudah memberikan peringatan agar para siswa tidak berkonvoi saat pengumuman kelulusan.

Satria sendiri memberikan pesan kepada ratusan murid SMAN 5 Surabaya (Smala) untuk tidak mencontoh perilaku seperti para pelajar di luar itu. Dia pun menaruh respek kepada para pelajar Smala yang mengikuti pelatihan tentang budaya literasi pagi itu.

Konsultan pendidikan tersebut membakar motivasi ratusan pelajar tersebut dengan menyebut mereka pemenang. Karena itu, ia mendorong mereka untuk menggali potensi terbaiknya secara optimal, baik di bidang akademik, sosial, seni dan budaya, musik, maupun olahraga.

Prepare your success!” tegas Satria. Selurung ruang aula pun bergemuruh. Tepuk tangan penuh semangat berkumandang. Ia melanjutkan bahwa para siswa tersebut adalah orang-orang yang terpilih. ”Sebab, setiap siswa yang berhasil masuk SMAN 5 Surabaya terpilih secara cermat dan dianggap layak untuk menjadi pemenang,” jelasnya. Ia memaparkan lima kunci sukses. Di antaranya, hard work, punya life planning dan goal setting, serta never stop learning.

Dalam kesempatan tersebut, baik saya dan Satria sama-sama mengajak para siswa untuk meningkatkan budaya literasi. Sebab, itulah salah satu kunci untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain. Saya sendiri lebih banyak mengajak anak-anak tersebut untuk mengenal lebih dekat dunia seputar tulis-menulis. Sebuah dunia yang tak bisa dilepaskan dari aktivitas literasi.

Tiga sesi telah kami lewat pagi sampai siang hari itu. Beberapa siswa maju dan mengajukan pertanyaan seputar rencana penerbitan tulisan mereka. Selanjutnya kami menuju ruang Kasek kembali. Kami ditemani oleh Damari dan Latif. Satria mengutarakan, pelatihan itu harus terus dikawal dan berkelanjutan agar gaungnya tak lekas lenyap begitu saja. Gayung bersambut. Akan diadakan pula pelatihan literasi dan menulis bagi para guru SMAN 5 Surabaya.

”Di sini juga ada penulis, Pak,” kata Latif yang juga staf humas sekolah tersebut. Dia lantas menunjuk Damari. Yang ditunjuk hanya tersenyum. ”Beliau sudah tulis lebih dari 50 buku pelajaran,” lanjut Latif. Kami terpukau. Damari sendiri mengaku bahwa menulis betul-betul sangat menguntungkan. Salah satunya, dari menulis buku-buku pelajaran tersebut, ia dihadiahi penerbit sebuah mobil. ”Bahkan, Pak Damari pun bisa berangkat umrah dari menulis buku-buku itu,” tegas Latif. Sebelum berpisah, Damari yang juga guru fisika tersebut mengaku juga menulis buku-buku mata pelajaran lain seperti biologi. ”Bagaimana bisa?” tanya saya. ”Ya banyak membaca buku-buku biologi, Pak” jawabnya.

Saya terkesan dengan jawaban itu. Saya berjanji untuk mengusung semangat Damari ke Klub Baca Buku yang akan bergulir tepat 1 Juni 2012. Never stop learning…

Graha Pena, 30 Mei 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 30, 2012, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: