Terbitkan Bukumu! (63)


Cetak dan Terbitkan Buku Sendiri

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Ilustrasi: jonru.netBanyak orang bilang menerbitkan buku sendiri itu susah, ribet, rumit, dan sejenisnya. Uniknya, ada yang mengatakan demikian, tetapi belum pernah mencoba melakoninya. Wajar bila ada pendapat seperti itu.

Saya sendiri sudah pernah mencobanya pada dua buku saya terdahulu, yakni Antologi Puisi Mahabah (2008) dan Karena Ukhuwah Begitu Indah (2011). Untuk buku pertama, memang saya sedikit menemui kendala karena masih awam dengan dunia penerbitan, khususnya self publishing. Karena itu, saya banyak bertanya kepada teman-teman yang sudah berpengalaman di bidang tersebut. Selain itu, saya belajar secara otodidak dengan membaca buku-buku teori dan panduan tentang self publishing. Pada buku kedua, saya relatif tidak menemui kendala berarti.

Buku tersebut saya kerjakan bersama Dudung Kurnia Sundana (Mujahid Alamaya). Kami menyerahkan proses tata letak (lay out) serta pembuatan sampulnya kepada Mas Abdur Rohman, kawan kami yang ahli di bidang itu. Selanjutnya, kami tinggal menyerahkan softcopy itu ke percetakan dan langsung memasarkannya sendiri ke komunitas kami. Sebanyak 200 eksemplar pertama yang saya cetak langsung terjual dalam kurun waktu seminggu. Lumayan untuk pemula seperti saya. Setidaknya saya bisa belajar menjadi penerbit tidak hanya lewat teori-teori yang saya baca, tapi juga praktik langsung. Mulai proses penulisan naskah, pracetak, hingga pendistribusian ke konsumen. Ternyata, menerbitkan buku sendiri itu tidak serumit yang saya bayangkan.

Jika Anda tertarik menerbitkan buku sendiri, berikut langkah-langkahnya.

1. Siapkan naskah dalam bentuk hardcopy atau softcopy yang sudah diketik rapi dalam format A4.

2. Buatlah nama penerbitan sendiri. Prinsipnya, nama tersebut singkat dan mudah diingat. Misalnya, Cemungud Pubslishing, Antiribet Publishing, dan lain-lain.

3. Cetak kertas berkop perusahaan penerbitan Anda. Jika belum bisa mencetak, cukup di-print di kertas dengan tinta berwarna atau hitam putih.

4. Buatlah surat permohonan ISBN (international standard book number) dan barcode ke Perpustakaan Nasional RI. Yang harus disiapkan adalah:

–          Surat permohonan dari perusahaan penerbitan Anda (lengkap dengan tanda tangan Anda selaku direktur plus stempelnya). Tujukan kepada:

Bagian ISBN Perpustakaan Nasional RI

u.p. Dra. Sauliah, S.S, M.M

Jl. Salemba Raya 28 A

Jakarta. 10430

Telp. 021-3101411, 3103553/54 pes. 437

–          Lampiran berupa: halaman judul, balik halaman judul, daftar isi, dan kata pengantar

5. Jika berdomisili di Jakarta, Anda bisa datang langsung ke Perpustakaan Nasional RI dengan alamat di atas. Anda cukup menyerahkan berkasnya kepada petugas dan tunggu sekitar 15 menit. Maka, nomor ISBN sudah bisa Anda dapatkan. Untuk barcode, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu sejak pengajuan. Jika tinggal jauh di luar Pulau Jawa, Anda cukup kirim berkas via fax atau e-mail dan uang pembayaran bisa ditransfer. Biayanya cukup murah. Biaya mendapatkan ISBN hanya Rp 25 ribu, sedangkan barcode Rp 60 ribu.

6. Selanjutnya, datangi biro jasa desain grafis terdekat. Mintalah mereka membuatkan cover buku yang menarik untuk naskah buku Anda. Biasanya, cover dan lay out jadi tak kurang dari dua minggu. Biayanya antara Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Jangan lupa minta tenaga desain grafisnya untuk mencantumkan ISBN dan barcode pada cover belakang buku tersebut.

7. Selanjutnya adalah lay out. Untuk langkah ini, kita bisa meminta bantuan jasa setting. Mintalah mereka untuk me-lay out naskah kita dengan ukuran dan format yang Anda kehendaki. Biayanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Biasanya ukuran buku adalah:

–          12 x 18 cm

–          14 x 10,5 cm

–          14 x 20,5 cm

–          15 x 23 cm

–          20,5 x 27,5 cm

8. Setelah cover dan lay out naskah buku rampung, kita tinggal menyerahkannya ke percetakan. Mintalah mereka mencetaknya sesuai dengan jumlah dan harga yang disepakati. Biasanya waktu untuk mencetak buku rata-rata dua minggu sampai sebulan.

9.  Buku sudah jadi, kita tinggal mendistribusikan dan menjualnya. Untuk penjualan, kita bisa melakukannya via internet atau penjualan online dengan memanfaatkan blog, jejaring sosial (Facebook, Twitter), dan lain-lain.

Rumit? Ah, itu kan karena belum dicoba. Saya sudah mencobanya dan ternyata tidak serumit bayangan saya semula. Silakan buktikan sendiri.

Graha Pena, 23 Mei 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 23, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: