Daily Archives: Mei 23, 2012

Terbitkan Bukumu! (64)


Outline Itu Penting!

 

Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

 

 

”Saat seseorang mengucapkan terima kasih atas apa yang telah Anda tulis karena mendapat manfaatnya, kebahagiaannya tak bisa diukur dengan uang…”

~ Eko Prasetyo, penulis buku Karena Ukhuwah Begitu Indah dan Kekuatan Pena

 

*****

 

”Saya sebenarnya sudah punya ide-ide untuk ditulis. Tapi, saat mau ngetik, pikiran saya langsung buyar dan ide tadi seolah hilang. Akhirnya, ya nggak jadi nulis,” ujar seorang peserta dalam sebuah kesempatan seminar menulis.  Pernyataan serupa beberapa kali saya dengar. Saya yakin, banyak orang yang mengalami hal yang sama dengan peserta tadi, yakni ide seolah lenyap dari pikiran saat hendak memulai menulis artikel atau naskah buku.

Tidak bisa dimungkiri, seseorang kadang mudah melontarkan banyak gagasan atau ide. Namun, ketika mencoba mentransfer ide tersebut ke dalam bentuk tulisan, seolah-olah macet. Tidak keluar. Kesulitan lainnya, saat menjabarkan ide tersebut, tulisan bisa melebar ke mana-mana tak keruan. Tidak fokus. Read the rest of this entry

Klub Baca Buku IGI (1)


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Ilus: igi.or.id

Bagaimana jika pencinta buku, pendidik, dan aktivis pendidikan berdiskusi tentang sebuah buku dalam sebuah mailing list (milis)? Pasti heboh!

Inilah yang berada di benak saya saat membaca posting Belajar Berbasis Buku yang dicetuskan jurnalis senior Habe Arifin di milis Ikatan Guru Indonesia (IGI). Posting itu mendapat tanggapan dari berbagai anggota, baik guru maupun kalangan profesinal. Di antaranya, Hernowo Hasim dari penerbit Mizan, Ketua Umum IGI Satria Dharma, dan banyak lagi. Read the rest of this entry

Terbitkan Bukumu! (63)


Cetak dan Terbitkan Buku Sendiri

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Ilustrasi: jonru.netBanyak orang bilang menerbitkan buku sendiri itu susah, ribet, rumit, dan sejenisnya. Uniknya, ada yang mengatakan demikian, tetapi belum pernah mencoba melakoninya. Wajar bila ada pendapat seperti itu.

Saya sendiri sudah pernah mencobanya pada dua buku saya terdahulu, yakni Antologi Puisi Mahabah (2008) dan Karena Ukhuwah Begitu Indah (2011). Untuk buku pertama, memang saya sedikit menemui kendala karena masih awam dengan dunia penerbitan, khususnya self publishing. Karena itu, saya banyak bertanya kepada teman-teman yang sudah berpengalaman di bidang tersebut. Selain itu, saya belajar secara otodidak dengan membaca buku-buku teori dan panduan tentang self publishing. Pada buku kedua, saya relatif tidak menemui kendala berarti. Read the rest of this entry