Pojok Bahasa: Pelanggaran HAM Berat


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Perhatikan contoh-contoh judul berita berikut ini.

  1. Komnas HAM Belum Simpulkan Peristiwa 1965 sebagai Pelanggaran HAM Berat (Radio Australia, 9 Mei 2012)
  2. Komnas: Kasus Bima Pelanggaran HAM Berat (vivanews.com, 3 Januari 2012)
  3. LPSK Siap Bantu Korban Pelanggaran HAM Berat (detiknews.com, 16 April 2012)
  4. Penembakan TKI Pelanggaran HAM Berat (KBR68H, 2 Mei 2012)
  5. Jangan Biarkan Pelanggaran HAM Berat (harian Waspada, 30 Desember 2011)

Dalam judul-judul di atas, ada frasa yang sama, yakni pelanggaran HAM (hak asasi manusia) berat. Kata ”berat” tersebut menjelaskan HAM. Benarkah demikian? Jika kata ”berat” menjelaskan ”HAM”, itu berarti yang berat adalah HAM-nya.

Padahal, kata ”berat” seharusnya menjelaskan kata ”pelanggaran”. Jadi, yang dimaksud adalah tingkat pelanggarannya, bukan HAM-nya. Dengan demikian, frasa pelanggaran HAM berat tidak tepat. Yang betul adalah pelanggaran berat HAM. Frasa tersebut memiliki arti pelanggaran (tingkat/kategori) berat terhadap hak asasi manusia (HAM).

Graha Pena, 20 Mei 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 20, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: