Pojok Bahasa: Tak Kuasa Meneteskan Air Mata


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Saat memberikan materi dalam kelas jurnalistik untuk para wartawan baru Jawa Pos, saya juga menyempatkan membaca dan mengoreksi hasil tulisan mereka. Selama dua minggu penuh mereka memang diwajibkan mengikuti kelas jurnalistik sebelum benar-benar terjun ke lapangan. Pembekalan tersebut diberikan oleh para redaktur senior dan editor.

Singkatnya, menekankan pentingnya ejaan dalam tulisan, saya membekali para reporter baru itu tentang materi logika bahasa. Biasanya, saya sudah mendapatkan contoh-contoh tulisan mereka dalam praktik sebelumnya. Berikut salah satu contoh kalimat yang terkait dengan kasus logika bahasa.

  1. Salah seorang anggota keluarga korban Sukhoi Superjet 100 tak kuasa meneteskan air mata.
  2. Beberapa pemain Barcelona tak kuasa meneteskan air mata saat perpisahan pelatih Pep Guardiola.
  3. Ibu tiga anak tersebut tak kuasa meneteskan air mata ketika mendengar kabar kematian sang suami.

Sekilas, kalimat tersebut tidak bermasalah. Unsur-unsur fungsi seperti subjek, predikat, dan objeknya sudah terpenuhi. Namun, bila ditelaah lagi, ada frasa yang janggal. Yakni, frasa tak kuasa meneteskan air mata.

Frasa meneteskan air mata memiliki makna menangis. Karena itu, akan terasa janggal atau tidak tepat jika frasa tak kuasa bertemu dengan frasa meneteskan air mata. Frasa tersebut seharusnya bisa diperbaiki menjadi tak kuasa menahan air mata.

Graha Pena, 19 Mei 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 19, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: