Terbitkan Bukumu! (58)


Penerbit Nakal dan Mental Pebisnis

 

Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

”Penulis yang bermental wirausahawan tidak akan takut mengambil risiko. Justru itulah salah satu kunci untuk mendulang kesuksesan.”

~ Eko Prasetyo, penulis buku Apa Yang Berbeda dari Guru Hebat

 

*****

Foto: pontianak.tribunnews.com

Banyak hal yang mesti diketahui oleh calon penulis apabila hendak menerbitkan buku. Salah satunya adalah memahami penerbit dan karakternya. Ini penting diketahui untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak menguntungkan bagi si penulis. Sebelum menawarkan naskahnya ke penerbit, ada baiknya penulis mencari dan menggali informasi lebih dalam tentang karakter beberapa penerbit.

Pasalnya, tidak semua penerbit itu terbuka dalam melaporkan hasil penjualan buku yang tentu saja terkait dengan pemberian royalti penulis. Hal ini terutama bisa terjadi pada penerbit-penerbit tertentu yang belum punya ”nama besar” di jagad penerbitan.

Mengapa demikian? Sebab, seorang penulis bisa saja berpotensi dibohongi penerbit. Misalnya, penerbit memanipulasi jumlah buku yang terjual kepada si penulis.

Contohnya, yang terjual sebenarnya 10 ribu eksemplar, namun yang dilaporkan hanya 9 ribu eksemplar. Jika royalti si penulis 10 persen dan bukunya berbanderol Rp 20 ribu, artinya hak penulis yang dicaplok penerbit tersebut adalah Rp 2 juta. Jumlah yang cukup besar…

Masih ada bentuk ”kenakalan” penerbit yang lain. Misalnya, sebenarnya dalam tiga bulan pertama buku yang terjual sebanyak 10 ribu eksemplar, namun royalti yang dibayarkan hanya sejumlah 5 ribu eksemplar. Sisanya dibayar 3 bulan yang akan datang. Bagi penerbit, dana yang ada bisa diputar sehingga menghasilkan keuntungan. Sementara penulis tidak dapat apa-apa, hanya bisa pasrah. Menyedihkan.

Karena itu, dalam berbagai kesempatan seminar dan diklat kepenulisan, saya hampir selalu menekankan serta berusaha mengajak audien untuk memiliki mental pebisnis. Tentu saja tujuannya menghindari hal-hal semacam itu yang telah dipaparkan di atas.

Mengapa penulis mesti punya mental pebisnis?

Sebab, sebenarnya posisi penulis itu tidak terlalu kuat atau bisa disebut lemah karena sulit menelisik lebih lanjut jumlah buku yang sebenarnya telah terjual. Padahal, dalam dunia penerbitan, penulis itu termasuk stake holder yang posisinya sangat dominan. Bisa dibayangkan, jika tak ada penulis, penerbit mau ”jualan” apa?

Itu hanya sekadar ilustrasi. Tentu tidak semua penerbit itu ”nakal”. Namun, tidak ada salahnya jika penulis mesti memiliki mental pebisnis. Artinya, selain kritis, penulis mesti berani mengambil risiko. Misalnya, mencoba menerbitkan sendiri bukunya (self publishing). Namun, kebanyakan akan beralasan “Bagaimana menerbitkannya?”; “Saya tak punya modal”; dan “Bikin penerbitan itu rumit”.

Kendati tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebenarnya menerbitkan buku sendiri itu sangat mungkin! Inilah pentingnya bagi seorang penulis memiliki mental pebisnis. Seorang wirausahawan harus berani menanggung risiko, termasuk risiko rugi. Memang, jika menyerahkan naskah ke penerbit profesional, itu adalah langkah aman. Penulis tinggal menunggu buku tersebut jadi dan terima royalti. Beres.

Namun, sesungguhnya, dengan langkah aman itu, hasil yang didapatkan juga sekadar “dana aman”. Penulis tidak akan bisa menjadi kaya terkecuali jika bukunya meledak di pasaran.

Padahal, jika menerbitkan buku sendiri, penulis tidak hanya mendapatkan keuntungan yang lebih dari royalti dan laba. Ia juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Dengan demikian, secara tidak langsung, ia telah ikut membangun ekonomi umat. Jadi pengusaha? Why not!

Sidoarjo, 5 Mei 2012

https://mustprast.wordpress.com

Bacaan:

Berguru Pada Sastrawan Dunia (Josip Novakovich, Kaifa Bandung, 2004)

How to be a Smart Writer (Afifah Afra, Afra Publishing 2008)

Pesta, Cinta, dan Buku (Agus Irkham, OaseBACA! Semarang, 2003)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 5, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. setelah membaca artikel bapak saya jadi gentar untuk melanjutkan buku saya, apakah bapak punya info penerbit yang bisa di percaya / professional, ini buku pertama saya pak.. terima kasih

    • Jangan gentar Mas Ahmad. Untuk langkah awal, Anda bisa memilih menerbitkan sendiri (self publishing) atau mencari referensi tentang penerbit besar yang amanah. Misalnya, Pro U Media, FLP Publishing, Bentang, dan banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: