Buku Demonstrasi Kimia Paling Elegan


Catatan Must Prast

editor Jawa Pos

”Teori tanpa fakta bukan ilmu kimia. Fakta tanpa teori bukan sains..”

*****

Demonstrasi Kimia Sains (nuansabuku.blogspot.com)

Rabu sore, saya kembali mendapat kiriman buku dari Jakarta via Tiki. Gratis.  Kiriman dari Abah Rama, anggota mailing list Ikatan Guru Indonesia (IGI).  Judul buku itu adalah Demonstrasi Sains Kimia. Buku ini tidak tampak seperti buku materi pelajaran kebanyakan.

Kemasannya sangat elegan. Dengan cover berlatar warna biru dan hijau, tampak gambar dua penyusunnya. Yakni, Drs Hiskia Achmad dan Dra Lubna Baradja MSi. Keduanya adalah ahli kimia terkemuka dari Institut Teknologi Bandung.

Yang menarik, ada kalimat bagus di di bawah gambar Dra Lubna. Bunyinya: “Teori tanpa fakta bukan ilmu kimia. Fakta tanpa teori bukan sains.” Artinya, buku yang merupakan edisi pertama ini menjanjikan sesuatu yang menarik dipelajari pada bidang kimia. Benar saja, buku ini tidak melulu menyajikan teori-teori kimia dari tokoh-tokoh sains dunia, tetapi juga segala macam praktik, mulai dari yang paling sederhana. Misalnya, uraian tentang reaksi kimia pada lilin, eksperimen kimia hiburan yang mengusung teori asam-basa (teori Arrhenius, 1884), serta pengamatan eksperimental kimia tentang gunung berapi (gunung berapi bikarbonat dan ammonium dikromat).

Saya membayangkan kembali setelah membaca buku-buku percobaan sains karya A. Muzi Marpaung, direktur Rumah Sains Ilma. Begitu menyenangkan dan ternyata sains itu memang asyik. Kesan ini pula yang saya dapatkan setelah membaca buku Demonstrasi Sains Kimia.

Contohnya, bahasan tembaga berubah jadi emas (impian ahli kimia). Dijelaskan di situ bahwa sekeping tembaga dalam cawan penguapan dipanaskan dalam campuran. Tembaga lalu berubah menjadi perak. Perak lantas dipanaskan dalam nyala pembakar dan berubah jadi emas. Alat dan bahan yang dipersiapkan, antara lain, serbuk seng, keping tembaga, larutan NaOH 6M, kertas ampelas, pembakar, dan cawan. Dari praktik ini, lantas dipaparkan apa yang sebenarnya dimaksud dengan emas dalam bahasa tersebut.

Banyak contoh-contoh percobaan sains dan kimia lainnya yang akan mengajak pembaca untuk menyelami dan menikmati bidang yang satu ini. Drs Hiskia Achmad (lahir di Timor pada 1932) pernah dipercaya pada 1997 sebagai Honorary Vice President London International Youth Science Forum (LIYSF) yang berkedudukan di London, Inggris. Jabatan ini tentu saja sangat prestisius karena forum itu diikuti anak-anak dari 70 negara yang berkumpul di London untuk terlibat kegiatan yang berkaitan dengan sains. Mereka juga bisa berinteraksi dengan para ilmuwan yang menonjol di tingkat internasional. Sementara Dra Lubna Baradja MSi adalah dosen, praktisi, dan ahli kimia yang telah menelurkan banyak karya di bidang sains kimia.

Sebuah buku yang tidak hanya elegan tampak luarnya, tapi juga cara penyajiannya yang praktis dan disertai bahasa yang mudah dipahami bahkan oleh pembaca awam sekalipun. Ternyata jargon “sains itu asyik” bukan isapan jempol. Bacalah buku ini dan buktikan sendiri.  Menarik.

Sidoarjo, 3 Mei 2012

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 3, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: