Terbitkan Bukumu! (55)


Proses Pracetak dan Cetak

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Proses pracetak dalam pembuatan buku dilakukan setelah penyuntingan (editing) selesai. Dalam proses pracetak, sebuah naskah buku akan di-setting. Hal ini meliputi tata letak (lay out), pembuatan ilustrasi, dan sampul buku (cover).

Bagi penulis yang ingin menerbitkan buku sendiri tapi belum memahami dunia pracetak, sebaiknya masalah tersebut diserahkan ke ahlinya. Yakni, para setter atau desainer grafis freelance. Cari yang berkualitas agar hasilnya tidak mengecewakan.

Selanjutnya, kita tinggal menerima kopian naskah dalam bentuk film atau kalkir yang akan siap dicetak di percetakan. Apa perbedaan antara kalkir dan film? Untuk kalkir, harganya lebih murah, namun tidak bisa memuat gambar atau gradasi/separasi. Jadi, sebaiknya kalkir digunakan untuk mencetak isi buku yang berupa tulisan. Untuk ilustrasi dan cover, baru dipakai film.

  Selanjutnya, setelah pracetak rampung, berlanjut ke proses cetak atau tahap final dalam proses produksi buku. Perlu diketahui, ada beberapa jenis mesin cetak. Di antaranya, mesin toko, hamada, dan mesin web. Untuk membuat buku dengan kualitas yang baik, ada baiknya kita mencari percetakan besar yang memiliki mesin web. Bagi pemula, sebaiknya menyerahkan semuanya –mulai kertas untuk isi, kertas untuk cover, cetak isi, cetak cover, binding (penjilidan), hingga sring plastik (membungkus dengan plastik)– kepada mereka.

Percetakan besar yang sudah profesional biasanya sudah tahu apa yang mesti dikerjakan. Yang perlu kita berikan kepada mereka adalah surat order. Contohnya sebagai berikut.

Mohon dicetak buku dengan spesifikasi sebagai berikut:

Ukuran: 11,5 x 18 cm

Tebal: 150 halaman

Isi: HVS putih 70 gram

Cover: Art karton 210 gram

Perlakuan cover: UV (ultraviolet, agar terlihat mengkillat)

Jumlah: 3.000 eksemplar

Finishing: jilid binding, sring plastik

Yang paling penting adalah sebaiknya mencari percetakan yang benar-benar profesional. Mengapa demikian? Sebab, selama naskah berada dalam proses percetakan, peluang terjadinya kesalahan sangat besar. Jika kita tidak terlalu memahami seluk-beluk percetakan, hal tersebut harus dihindari. Jika tidak, kita akan rugi besar karena hampir 75 persen biaya produksi diserap dari sektor ini. Di sisi lain, percetakan besar umumnya mau dibayar jatuh tempo. Maksudnya, buku jadi bulan ini dan pembayaran dilakukan bulan depan.

28 April 2012

Bacaan:

Desain Buku – Adobe in Design (Elex Media Komputindo, 2010)

How to be a Smart Writer (Afra Publishing, 2008)

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 28, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: