Terbitkan Bukumu! (54)


Royalti, Beli Putus, dan Semiroyalti

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Jika menulis artikel di surat kabar dan termuat, tentu ada honornya. Demikian pula jika menulis buku dan diterima penerbit untuk kemudian diterbitkan serta dipasarkan, ada ”uang jasa.” Ada beberapa jenis “uang jasa” dalam penerbitan buku. Yakni, royalti, beli putus, dan semiroyalti.

Royalti adalah sistem pembayaran honor penulis yang paling sering dipakai oleh penerbit. Yakni, dari setiap buku yang terjual, penulis akan mendapatkan sekian persen dana. Misalnya, buku Anda diterbitkan oleh penerbit A dengan harga eceran tertinggi Rp 30 ribu. Jika royaltinya 10 persen, itu berarti setiap terjual satu eksemplar, penulis berhak atas uang Rp 3.000 (biasanya dipotong PPn sebesar 15 persen). Artinya, jika suatu buku terjual sebanyak 10 ribu eksemplar, si penulis akan menerima honor Rp 30 juta (Rp 3.000 x 10 ribu eks yang terjual). Apabila, buku hanya terjual sebanyak 1.000 eksemplar, honor yang didapat cuma Rp 3 juta.

Selain sistem royalti, ada pembayaran yang disebut beli putus. Yakni, penulis bisa menawarkan dan menjual naskahnya ke penerbit sesuai dengan kesepakatan. Pada sistem beli putus, jika bukunya meledak di pasaran, penulis bisa dikatakan rugi. Sebaliknya, apabila buku tersebut tidak laku di pasaran, penerbit yang bakal gigit jari. Karena itu, umumnya penerbit akan sangat selektif dan meneliti dengan jeli tentang karya yang ditawarkan untuk dibeli putus.

Yang terakhir adalah semiroyalti. Yaitu, buku dibeli putus sesuai dengan jumlah yang dicetak. Contohnya, naskah si penulis dibeli sebesar Rp 1 juta untuk dicetak sebanyak 3.000 eksemplar. Apabila naskah tersebut dicetak ulang, si penulis berhak memperoleh uang kembali.

Itu hanya penjelasan sekilas tentang jenis honor menulis buku. Tentunya berbeda halnya jika kita menerbitkan buku sendiri. Jika buku diterbitkan secara mandiri, mulai proses penulisan hingga produksi dan pemasarannya, tentu si penulislah yang menentukan berapa besar pendapatannya dari tiap buku. Kini terserah Anda, tertarik menawarkan naskah ke penerbit dengan catatan menerima royalti atau menerbitkannya sendiri dan mencoba berwirausaha lewat menulis.

28 April 2012

 

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 28, 2012, in Menulis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: