Menilik Kembali Kampung Idiot


Catatan Must Prast

Foto: Tribunnews.com

Setelah hampir setahun berselang, liputan tentang Kampung Idiot di Kabupaten Ponorogo kembali mewarnai beberapa media, baik cetak maupun elektronik. Jika dulu berupa liputan khusus, kini saya mendapat berita foto yang lebih banyak bicara di koran.

Setelah hampir setahun berselang, ternyata belum ada perkembangan yang signifikan di sana. Masih banyak penduduk yang mengalami down syndrome (keterbelakangan mental). Jumlahnya mencapai ratusan .

Foto: Harian Sumut Pos

Sebagaimana dikutip dari Jawa Pos (15/4), penderita down syndrome paling banyak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon. Yakni, 323 orang. Kemudian di Desa Karangpatihan dan Desa Pandak, keduanya di Kecamatan Balong, ada 69 orang dan 53 penderita down syndrome.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Andy Nurdiana Diah, banyaknya warga satu desa yang idiot itu disebabkan dampak gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY). Selain terjadi pembesaran kelenjar gondok pada penderita, perkembangan tingkat kecerdasan otak pada janin dan anak juga terhambat. ”Itulah yang sebenarnya terjadi di sini. Jadi, bukan disebabkan perkawinan sedarah, meski itu bisa saja terjadi,” jelasnya kepada Jawa Pos (15/4).

Foto: Tribunnews.com

Pada 29 Mei 2011, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri pernah meninjau Desa Krebet di Kecamatan Jambon. Pak Menteri melihat langsung bahwa warga idiot itu berusia produktif, yaitu 30–40 tahun ke atas. Sebagian kecil lainnya adalah usia balita. Faktor utama penyebabnya adalah kurang gizi dan lingkungan.

Bahkan, tak sedikit warg idiot yang hanya memakan daun-daunan. Ada pula warga idiot yang terpaksa dipasung selama puluhan tahun karena kerap marah dan menabrak apa saja yang ditemuinya. Potret ini mengundang keprihatinan semua pihak, termasuk Kementerian Sosial yang terjun langsung saat itu.

Pak Salim Segaf pernah bilang bahwa bantuan uang sebenarnya bukan jawaban. ”Sebab, kalau diberi uang mereka tak bisa menggunakannya,” katanya sebagaimana dikutip dari okezone.com (29/5/2011). Salah satu bentuk bantuan yang diupayakan pemerintah adalah pembangunan rumah sederhana dan pemberian makanan beserta lauk pauknya secara memadai untuk warga kampung idiot.

Foto: jpnn.com

Upaya pemerintah ini selayaknya kita dukung. Caranya, turut menyalurkan bantuan dan ini bisa dilakukan salah satunya lewat lembaga-lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah. Kita pun bisa berkoordinasi dengan badan atau lembaga tersebut dengan memberikan saran tentang penyaluran bantuan untuk kampung idiot di Ponorogo.

Foto: okezone.com

Sedikit yang kita berikan mungkin akan sangat berarti buat mereka.

Graha Pena, 15 April 2012

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 15, 2012, in Catatan Harian and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: