Nilai Sebuah Endorsement


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Rumah Kartu, sebuah buku puisi yang merangkum banyak pesan sosial. (dok. pribadi)

Sabtu sore (7/7/2012) saya mendapat endorsement dari Sirikit Syah untuk buku Rumah Kartu. Saya memang agak sedikit ”memaksa” mantan pemred Surabaya Post itu untuk urun komentar terhadap buku puisi saya tersebut.

Komentar dari Sirikit adalah yang terakhir masuk setelah Pembantu Rektor I Unesa Prof Dr Kisyani Laksono MHum, cerpenis Luthfiyah Nurlaela, novelis Faradina Izdhihari, dan penulis produktif Joko Wahyono.

Sirikit sendiri mengaku baru sempat memberikan komentarnya untuk buku Rumah Kartu karena jadwalnya yang begitu padat. Maklum, ia adalah pembicara nasional yang kerap diundang sebagai narasumber dalam berbagai acara di daerah-daerah di Indonesia. Di sisi lain, ia tengah melanjutkan pendidikan S-3 di Unesa dan mengajar di beberapa perguruan tinggi di Surabaya, termasuk Unesa sendiri.

Karena itu, saya merasa senang karena upaya gigih saya berhasil. Sirikit akhirnya bisa meluangkan waktu sejenak untuk memberikan endorsement-nya di sela agendanya yang bejibun. Yang istimewa, ia menyempatkan menuliskannya dalam kunjungannya di Iran.

Kok banyak akademisi Unesa di sini? Sebab, buku Rumah Kartu ini merupakan kumpulan puisi yang pernah saya posting di milis Keluarga Unesa, forum silaturahmi di dunia maya bagi para alumnus Unesa. Selain itu, sosok seperti Sirikit Syah, Kisyani Laksono, dan Luthfiyah Nurlaela adalah penikmat karya sastra. Torehan Sirikit sendiri di bidang sastra, khususnya puisi dan cerpen, tak perlu diragukan. Karya-karya sastranya sudah dipublikasikan di berbagai media massa. Beberapa di antaranya sudah dibukukan. Misalnya, kumpulan sajak Memotret Dengan Kata-Kata (JP Books, 2005).

Tak bisa dimungkiri, peminat buku puisi di Indonesia amat terbatas. Mungkin hanya kalangan atau komunitas tertentu. Karena itu, tak heran jika belum banyak penerbit yang berani menerbitkan buku puisi. Alasannya tak lain adalah komersialnya yang dianggap minim. Karena itu, saya membutuhkan poin lain untuk menambah nilai buku ini. Maka, endorsement dari para penulis senior macam Sirikit, Luthfiyah, Kisyani Laksono, Faradina, dan Joko Wahyono-lah yang saya inginkan menjadi poin itu.

Namun, bukan alasan komersial yang membuat saya menerbitkan buku Rumah Kartu ini secara mandiri (self publishing). Bukan itu. Buku ini sengaja saya terbitkan sebagai kado ulang tahun istri saya, yang namanya kerap saya cantumkan di bawah tiap judul puisi saya. Sebenarnya, buku ini bukan melulu berisi romansa. Ada proses kreatif dan kritik sosial yang tidak hanya ingin saya nikmati sendiri di sana. Saya merasa masyarakat pembaca juga berhak akan hal itu untuk sejenak melupakan kepenatan, berdamai dengan Sang Pencipta melalui bahasa paling universal: cinta!

Endorsement dari para penulis terkenal tersebut setidaknya akan memberikan ”sesuatu” yang lain pada buku ini. Sebuah warna dan nilai yang begitu berharga. Bahwa saya betul-betul menggarap buku ini secara serius, tidak asal jadi. Terbukti saya membutuhkan waktu mulai 2008 hingga tahun ini untuk menerbitkannya. Mengumpulkan serpihan-seprihan puisi yang terserak di beberapa milis dalam berbagai tema dalam satu musaf. Yakni, Rumah Kartu.

Ada pesan dan nilai kehidupan yang ingin saya sampaikan di sana. Termasuk kebutuhan kita sebagai insan terhadap Sang Khalik. Dan endorsement dari Sirikit Syah dan lain-lain saya harapkan memberikan nilai tambah untuk buku ini. Sebab, mereka lebih banyak makan asam garam ketimbang saya yang masih hijau di dunia kepenulisan. Dukungan para senior seperti merekalah yang saya butuhkan. Bahwa setidaknya buku puisi ini masih layak untuk dibaca khalayak yang bukan hanya peminat dan penggemar puisi.

Saya tak perlu menonjolkan apa perbedaan dan nilai lebih buku ini dibandingkan buku sejenis lainnya. Cukup endorsement dari para penulis terkenal seperti Sirikit Syah, Kisyani Laksono, Faradina Izdhihari, Luthfiyah Nurlaela, dan Joko Wahyono yang menggambarkan sisi lain buku ini. Endorsement mereka amat berharga sebagaimana endorsement penulis terkenal lainnya pada buku-buku lain. Kedudukan mereka begitu penting, hampir sama dengan nilai sebuah buku bagi pengarangnya.

Graha Pena, 7 Juli 2012

http://mustprast.wordpress.com

About these ads

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 7, 2012, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. mas, kalau mau self publishing biasanya dimana? mohon bimbingannya..

  2. mas, tulisannya bagus2.. ini saya buat tulisan tentang artikel ini, silakan kunjungi.. http://media.kompasiana.com/buku/2012/07/11/inilah-kado-terindah-untuk-sang-istri/ dan ini http://pelukissenja.wordpress.com/2012/07/11/kado-termanis-untuk-sang-istri/

    mohon maaf kalau tidak berkenan.. salam

  1. Ping-balik: Kado Termanis untuk Sang Istri « pelukissenja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: