Terbitkan Bukumu! (33)
Terbitkan Bukumu! (33)
No Arms, No Legs, No Worries!
Catatan Eko Prasetyo
editor Jawa Pos
”Motivation gets you through the day, but inspiration lasts a lifetime…”
~ Nick Vujicic, penulis dan motivator dunia
*****
Negawaran, politikus, dan ilmuwan masyhur Amerika Benyamin Franklin suatu ketika pernah berkata, ”Jika Anda tidak ingin segera dilupakan setelah meninggal dunia, menulislah Anda.”
Di negara-negara maju, tradisi membaca dan menulis memang amat dihargai. Jepang yang pernah terpuruk karena Perang Dunia II dan mengalami kehancuran luar biasa akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 kini menjadi salah satu macan industri dunia. Mengapa? Mereka maju salah satunya karena budaya baca tulis yang luar biasa. Pendidikan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan Jepang untuk bangkit dan membangun kembali negaranya pasca Perang Dunia II. Pengembangan teknologi tepat guna dan keilmuwan yang pesat tak bisa dilepaskan dari tabiat masyarakat Jepang yang suka bekerja keras dan gemar membaca.
Bahkan, kini membaca sudah menjadi industri yang luar biasa di Jepang. Manga dan komik-komik Jepang mampu mewarnai pasar buku dunia. Di kota-kota besar di Jepang, kita bisa dengan mudah menjumpai warganya yang membaca buku, baik di stasiun, toko kue, taman, kampus, kafe, bahkan rumah sakit.
Dengan demikian, patut kita ingat bahwa kemajuan suatu bangsa atau negara tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan/budaya baca tulis masyarakatnya.
Aktivitas membaca dan menulis juga bisa membuat seseorang bangkit dari keterpurukan dan keputusasaan. Mengapa demikian? Itu dapat terjadi tatkala seseorang merasa termotivasi sesuatu dari buku yang dibacanya. Seseorang juga bisa bersemangat kembali setelah berhasil menumpahkan segala curahan hatinya ke dalam bentuk tulisan. Ia bisa bebas bercerita tanpa khawatir dicela. Tulisan dapat menjadi sahabat yang bersedia menerima cerita-cerita kita apa adanya tanpa syarat.
Benarkah seseorang mampu bangkit dari keterpurukan dan rasa hina dengan menulis? Faktanya, inilah yang dialami Nicholas James Vujicic atau akrab disapa Nick Vujicic. Sejak lahir, ia mengalami Tetra-amelia syndrome. Yakni, kelainan langka yang menyebabkan ketiadaan lengan dan tungkai.
Tentu saja kondisi seperti itu sempat membuat Nick merana, malu, sedih luar biasa,merasa paling hina, dan putus asa. Hingga suatu ketika Nick ingin mengakhiri hidupnya karena tidak tahan lagi. Ia merasa telah merepotkan orang tuanya. Ia juga sempat merasa telah menyakiti sang adik karena perhatian orang tua lebih banyak tercurah kepada Nick akibat kekurangan fisik yang disandangnya. Ia merasa gagal dan marah pada dirinya sendiri. Rasa frustrasi terus menghantui Nick. Pergolakan batin dan pengalaman mengerikan seringkali ia rasakan.
Begitu rasa rendah dirinya mencapai puncak, ia yang kala itu masih duduk di bangku SMA berusaha bunuh diri dengan membenturkan kepala ke bak mandi. Upaya itu akhirnya gagal setelah ia memenangi peran batinnya. Nick yakin bahwa Tuhan pasti punya rencana yang istimewa untuk dirinya. Ia pun bangkit.
Nick yakin, dirinya dapat mengubah segala kekurangan itu menjadi kelebihan. Dia akhirnya menjadi penginjil dan memberikan motivasi kepada banyak orang. Nick juga melakukan aktivitas seperti orang normal seperti bermain selancar, bermain basket, bahkan nge-drum! Terbayang kan bagaimana perjuangan Nick seperti itu.
Pada 2010 buku Nick diterbitkan oleh Random House dengan judul Life Without Limits: Inspiration for A Ridiculously Good Life. Buku ini telah menginspirasi banyak orang di dunia untuk lebih bersyukur. Nick menulisnya atas bantuan Wes Smith. Buku tersebut terdiri atas 12 bab catatan memoar Nick yang inspiratif. Buku ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka dengan judul Life Without Limits: Tanpa Lengan & Tungkai Aku Bisa Menaklukkan Dunia. Pada bab pembukanya saja, Nick langsung melemparkan kalimat motivasi: ”Kalau kau tidak menemukan mukjizat, maka jadilah mukjizat!”
Kini Nick terus melanjutkan aktivitasnya sebagai motivator. Menginspirasi jutaan orang lainnya. Ia juga ingin membuktikan bahwa cacat fisik bukan halangan untuk berhasil. Nick yang tanpa lengan dan tungkai telah menerbitkan buku dan memberikan motivasi untuk banyak pihak. Bagaimana dengan Anda?
Graha Pena, 22 Feb 2012
Literatur:
Wikipeda
Life Without Limits
Gramedia online
Posted on Februari 22, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.


Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)